AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Selasa, 03 Februari 2026

Mengapa Marcus Rashford Pemain Sulit Konsisten

   



Marcus Rashford adalah salah satu pemain muda berbakat di sepak bola Inggris yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa sejak debutnya di Manchester United. Namun, seperti banyak pemain muda lainnya, Rashford menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi performanya di lapangan. Erik ten Hag, manajer Manchester United, telah memberikan beberapa wawasan tentang mengapa Rashford menghadapi kesulitan ini dan bagaimana ia bisa mengatasinya.


1. Cedera dan Kebugaran

Salah satu alasan utama yang disebutkan oleh Ten Hag adalah masalah cedera dan kebugaran yang sering mengganggu Rashford. Sepanjang kariernya, Rashford telah mengalami beberapa cedera yang memaksanya absen dari banyak pertandingan penting. Cedera ini tidak hanya mempengaruhi kebugarannya tetapi juga kepercayaan dirinya di lapangan.


"Cedera adalah bagian dari permainan, tetapi untuk seorang pemain muda seperti Rashford, itu bisa sangat mengganggu perkembangannya. Dia membutuhkan waktu untuk pulih dan kembali ke performa terbaiknya," kata Ten Hag.


2. Tekanan dan Harapan Tinggi

Rashford telah bermain di bawah sorotan besar sejak awal kariernya, dengan ekspektasi tinggi dari penggemar dan media. Menurut Ten Hag, tekanan ini bisa mempengaruhi mentalitas dan performa pemain muda. "Marcus selalu bermain di bawah sorotan besar, dan itu membawa tekanan yang luar biasa. Konsistensi datang dengan pengalaman dan cara mengelola tekanan tersebut," ujar Ten Hag.


3. Peran di Lapangan

Ten Hag juga menyoroti bahwa perubahan posisi dan peran di lapangan dapat mempengaruhi konsistensi Rashford. Di bawah berbagai manajer, Rashford telah bermain di berbagai posisi mulai dari penyerang tengah, sayap kiri, hingga penyerang kedua. Perubahan ini bisa mengganggu ritme dan adaptasi pemain terhadap peran tertentu.


"Marcus adalah pemain serbaguna, tetapi dia perlu menemukan peran yang paling cocok untuknya. Konsistensi datang ketika seorang pemain bisa fokus pada satu posisi dan mengasah keterampilannya di sana," jelas Ten Hag.


4. Aspek Mental dan Dukungan Tim

Ten Hag menekankan pentingnya aspek mental dan dukungan tim dalam membantu Rashford mencapai konsistensi. "Penting bagi kami untuk memberikan dukungan mental dan lingkungan yang positif untuk Rashford. Kami juga bekerja pada aspek taktik dan tekniknya agar dia bisa lebih percaya diri dan konsisten di lapangan," tambah Ten Hag.


5. Peningkatan dan Latihan Terus Menerus

Menurut Ten Hag, salah satu kunci untuk membantu Rashford adalah melalui peningkatan dan latihan terus-menerus. "Kami fokus pada latihan yang spesifik untuk meningkatkan kelemahannya dan memaksimalkan kekuatannya. Konsistensi adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi," kata Ten Hag.


Kesimpulan

Kesulitan Marcus Rashford dalam mempertahankan konsistensi adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor, termasuk cedera, tekanan, perubahan posisi, aspek mental, dan dukungan tim. Namun, dengan manajer seperti Erik ten Hag yang memiliki pemahaman mendalam tentang permainan dan kemampuan untuk mengembangkan pemain muda, ada harapan besar bahwa Rashford akan menemukan jalan menuju konsistensi dan mencapai potensi penuhnya.


Dengan pendekatan yang tepat, dedikasi, dan dukungan yang memadai, Marcus Rashford memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pemain paling konsisten dan berpengaruh di sepak bola dunia.

Senin, 02 Februari 2026

MASA KE MASA CLUB BERBINTANG BARCELONA

    

CERITA BARCA BAGI PARA DE CULES PEMULA





Bahkan sebelum mengubah lanskap sepak bola dengan menciptakan Tiki-Taka, FC Barcelona telah dikenal sebagai sebuah klub fenomenal.

Selama sejarah panjangnya yang sukses, mereka telah memenangkan banyak gelar, mulai dari Lague Liga, Copa del Rey, Liga Champions hingga Piala Winners. 

Sebagai salah satu klub terkaya dan terpopuler di dunia, mereka mampu dimiliki dan dibiayai secara eksklusif oleh pendukung mereka sendiri,

para Socios yang tergabung dalam sebuah koperasi. Sejak awal, Barcelona telah menjadi simbol Katalunya, lengkap dengan budayanya, sebagaimana tercermin dalam motto mereka,

Mes Que un Club : Lebih dari sekedar klub. 


AWAL MULA





1898, seorang pria asal Swis datang ke Katalunya dalam rangka membantu bisnis pamannya. Negeri yang ia singgahi telah sangat lama memendam bara dendam terhadap Spanyol dalam rentang 

sejarah yang penuh dengan konfrontasi selama berabad-abad. Kawasan otonom yang terdiri dari Provinsi Barcelona, Girona, 

Lleida dan Tarragona itu tak pernah merasa menjadi bagian dari Spanyol, karena memiliki kultur yang jelas-jelas berlainan dengannya. 


Suatu ketika, dalam jalan-jalannya di negeri yang berbatasan langsung dengan Perancis itu, secara tak sengaja, ia yang bernama lengkap Hans-Mark Kamper berpapasan 

dengan sekelompok pemuda yang sedang asyik bermain bola di suatu kawasan bernama Sarria. Lantas, sebagai mantan punggawa Zurich dan Basel, naluri persepakbolaannya mengemuka seketika. 


Setahun kemudian pada 22 Oktober 1899, pria yang lebih dikenal sebagai Joan Gamper itu berbulat hati ingin membentuk klub sepak bola. 

Setelah sepuluh orang yang terdiri dari  Otto Kunzle (Swiss), Walter Wild, John and William Brothers (Inggris), Cares Pujol, Eric Ducal, Luis d’Osso, Pere Cabot, 


Klub baru itu memulai perjalanannya dengan cukup sukses; setelah kalah dari Bizcaya di final Copa del Rey perdana pada 1902, 

Barcelona bangkit dengan memenangkan delapan kali kompetisi, antara saat itu hingga 1928. Tahun berikutnya, mereka merebut gelar La Liga perdana,

sebelum kemudian memasuki masa kemunduran akibat konflik politik yang sedang berlangsung di negara tersebut, yang eskalasinya makin membesar hingga mengakibatkan pecahnya Perang

 

Masa Gamper di Barcelona berakhir dengan tiba-tiba, setelah ia dideportasi dari Spanyol karena alasan politik. Beberapa tahun kemudian, ia bunuh diri.

Kondisi keuangan yang hancur-hancuran diduga menjadi pemicu dirinya depresi hingga lebih memilih mati. 


Josep Sunyol lalu luncul selaku pengganti : direktur baru  bagi FC Barcelona. Namun tak kunjung lama, statusnya sebagai politisi sayap kiri penentang Franco,

membuat langkahnya terhenti. Ia dieksekusi mati pada 1936. Hal ini, beserta sederet tekanan yang diberikan Franco atas ambisi nasionalnya kepada Barca beserta orang-orang Katalunya, 

konon menjadi musabab bagi lahirnya motto legendaris itu, yang kemudian hari pada 1967, didengungkan secara lantang oleh salah satu mantan Presiden Klub mereka, Narcis Serra,

yang mengatakan bahwa : Barca sudah bukan sekedar klub sepakbola. Melainkan simbol Katalunya dengan budaya serta cita-cita kemerdekaannya. 


RIVALITAS DENGAN TIM IBUKOTA





Insiden teriakan dalam pertandingan melawan CE Jupiter pada 1925, yang dimaknai sebagai olok-olok atas Royal March / Marca Real, lagu kebangsaan Spanyol kala itu,

menjadi muasal sekaligus penguat atas sentimen anti-Barcelona. Dan lebih jauh lagi, sentimen terhadap Katalunya sebagai tempat asal mereka,

yang hingga kini tak merasa menjadi bagian dari Espaniola.  


Meski rezim beralih ke tangan Franco, yang kabar burungnya diam-diam menyukai Barcelona, ambisi politik untuk menggemgam Spanyol secara militeristik 

membuat ia mesti bersikap pragmatis dengan tak memberi ampun kepada klub yang dicap sebagai representasi dari separatisme itu.


Pada 1943, laga semifinal Copa del Generalisimo yang mempertemukan mereka dengan Real Madrid, klub kesayangan Sang Mantan Raja sekaligus klub Ibukota 

yang kini dicengkeram Franco dengan begitu eratnya, menjadi muasal bagi rivalitas sengit di antara keduanya. Sempat menang 3-0 di kandang,

El Barca dipaksa menyerah 11-1 pada leg kedua, pasca tantara Franco meneror mereka sebelum dimulainya laga.


Tak cukup hanya di sana, El Clasico itu berlanjut hingga ke luar lapangan, tiap kali keduanya bersaing sengit memperebutkan tanda tangan. Pada 1951,

pria Hongaria bernama Ladislao Kubala begitu mempesona bagi Madrid dan Barca. Kali ini, pemain yang kemudian hari meleganda itu, menjatuhkan hati pada Barcelona. 

Tak mau kalah, pada 1953, secara mengejutkan Madrid membajak tanda tangan pemain Argentina yang sempat menginjakkan kakinya di Katalunya : Alfredo Di Stefano. 

Dialah yang pada masa setelahnya, menjadi legenda karena menyumbang raihan Piala Eropa, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Champions League, tanpa jeda,

selama 5 tahun beruntun bagi tim ibukota. 


Sambil tetap bergilir domonasi dalam beragam kejuaraan, perebutan pemain di antara keduanya terus berlangsung dari zaman ke zaman. Di antara nama-nama itu, 

Johan Cruyff adalah rekrutan paling ternama, selain karena nilai transfernya yang bombastis, kepindahannya ke Barca nampaknya juga menjadi perkara yang membekas di hati Don Santiago 

Bernabeu, The Big Boss Real Madrid, yang merasa dipecundangi oleh tingkahnya itu.  


Walau kehidupan di bawah Franco terasa cukup sulit dari sudut pandang politik, dua dekade pasca kematian Sunyol bisa dikatakan cukup berhasil bagi klub. 

Dalam kurun 1942 hingga 1957, Barcelona meraih lima gelar La Liga dan lima trofi Copa del Rey. Tak lama setelah kepindahan mereka ke Camp Nou yang baru dibangun,

pejabat klub membuka lembaran baru dengan menunjuk Helenio Herrera sebagai manajer. Di bawah Herrera – dan peraih Ballon d'Or, Luis SuΓ‘rez (bukan pesepakbola Uruguay yang suka gigit

itu) sebagai pemimpin di lapangan – Barcelona meraih dua La Liga berturut-turut serta satu Copa del Rey dalam tiga tahun kemudian.


Meskipun Barcelona mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mengalahkan Real Madrid di Piala Eropa, dekade 60-an secara keseluruhan merupakan waktu yang mengecewakan 

bagi para fansnya. Dengan Di Stefano yang sedang berjaya, Real Madrid menjadi rival yang terlampau kuat hingga Barca mesti puas dengan hanya dua trofi Copa del Rey selama satu dekade. Lebih parahnya lagi, hal ini berlangsung terus menerus hingga tahun-tahun mendatang.


Pada 1973,  sebagaimana sempat disinggung, bintang asal Belanda bernama Johan Cruyff bergabung dengan klub dan menjadi sebab terkuat bagi raihan gelar La Liga pada1974, 

gelar La Liga pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah itu, perlu penantian yang cukup panjang bagi raihan gelar liga berikutnya, hingga Terry Venables menjabat manajer.

Meski kerap memperoleh hasil yang kurang berkenan di hati para fans, namun era ini bukanlah masa yang total suram bagi Barca.

Walau gelar Liga begitu sukar diperoleh, setidaknya, mereka meraih empat gelar Copa del Rey dan dua Piala Winners.


JOHAN CRUYFF SI BAPAK LA MASIA




Pada 1979, Cruyff yang telah cukup uzur itu datang dengan ide mendirikan akademi sepak bola yang kurang lebih akan mirip dengan Akademi Pemuda Ajax di Belanda. 

Proposal itu diterima, sebuah bangunan pedesaan tua bernama La Masia kemudian diubah menjadi markasnya. Tahun-tahun berikutnya pun menjadi sejarah,

La Masia menjadi terkenal ke seantero dunia karena berhasil menjadi rahim yang membuai para bintang muda, mulai dari Guardiola, Enrique, FΓ bregas, Iniesta, PiquΓ©, Busquets,

serta tentunya La Pulga, Lionel Messi.


1988 adalah tahun yang dikenang sebagai tahun kembalinya Johan Cruyff, Sang Legenda yang kini menjadi manajer Barca. Dalam sekejap, Cruyff membentuk tim impiannya.

Ia gabungkan pemain lokal seperti Pep Guardiola dan Txiki Begiristain dengan bintang kelas dunia seperti Michael Laudrup dan RomΓ‘rio Faria. 

Tak hanya itu, ia tanamkan pula filosofi baru bagi sepak bola, yang kini dikenal sebagai Tiki-Taka. Di bawah Cruyff, Barcelona merebut empat gelar La Liga, 

dua trofi Copa del Rey, satu Piala Winners serta satu trofi Piala Eropa pertama mereka.


Selain semua pencapaiannya selama di Barcelona, Cruyff juga menjadi pintu pembuka bagi apa yang kemudian dikenal sebagai ‘Koneksi Belanda’.

Selama kurun 90-an hingga awal 2000, Ronald Koeman, Frank De Boer, Edgard Davids, Patrick Kluivert, hingga Giovanni van Bronckhorst,

adalah nama-nama Belanda yang silih berganti menghias starting eleven Barca.  Tak hanya sampai situ, bahkan pasca kepergian Cruyff pada 1996,

Louis van Gaal mengambil alih posisi manajer dan melanjutkan serangkaian hasil positif dengan membawa Barca meraih dua gelar La Liga, dua Copa del Rey dan satu Piala Winners.

Semuanya terjadi sebelum pergantian abad.


LAPORTA 1.0 





Kepergian LuΓ­s Figo ke rival abadi mereka, Real Madrid, yang sedang gencar membangun proyek The Los Galacticos pada tahun 2000, terbukti menjadi pukulan berat bagi BarΓ§a dan ambisi

mereka. Terjadi banyak perubahan dalam personel klub, namun keadaan tetap tak membaik, hingga seorang Belanda lain datang sebagai pelatih pada tahun 2005. Ialah Frank Rijkaard,

mantan bintang Milan dan Ajax Amsterdam. 


Seperti halnya Cruyff dan Van Gaal, Rijkaard membentuk tim bertabur bintang dengan meracik kombinasi lokal dan internasional.

Ia ramu suatu perpaduan istimewa antara Giuly, Deco, Eto’o dan Ronaldinho dengan produk La Masia yang Catalan punya seperti Puyol, Xavi dan Iniesta. Di bawah tangannya,  

Barca asuhan Rijkaard meraih dua La Liga dan satu Liga Champions.


Pada 2008, Guardiola mengambil alih posisi manajer, setelah sebelumnya melatih Barcelona B. Sebagai Made In La Masia, Guardiola  paham betul pentingnya akademi dan kemungkinan

apa yang dimilikinya. Metode pelatihannya berfokus pada Tiki-Taka yang kini terkenal di seantero dunia, yakni gaya permainan yang menggabungkan kegemaran Cruyff

dalam umpan cepat disertai gerakan konstan guna mempertahankan penguasaan bola dengan segala cara. Selain itu, taktik ini lebih menekankan penandaan zona daripada sistem tradisional 

berbasis formasi. Tak lama kemudian, resep itu berbuah hasil. Barcelona meraup begitu banyak keuntungan darinya. Menghegemoni sepak bola dunia. 


Selama empat tahun memimpin, Guardiola mengubah Barcelona menjadi klub paling dominan. Taburan bintang La Masia dengan Lionel Messi selaku punggawa utama,

membawa Barca menerjang semua rival yang menghalangi jalannya menuju juara.  Benar saja, tiga gelar La Liga, dua gelar Copa del Rey dan dua gelar Liga Champions pada 2008 dan 2012

menjadi hasilnya. Bahkan setelah kepergian Guardiola, Barca tetap melaju dengan rumus sukses yang sama, meski tak secermerlang sebelumnya.  Di tahun-tahun itu, mereka mengklaim 

tambahan dua La Liga, satu Copa del Rey dan Liga Champions pada 2015.


DANA VS NILAI-NILAI KATALUNYA





Selama bertahun-tahun lamanya, seragam Barca telah kosong dengan sengaja dari logo sponsor manapun kecuali UNICEF, dalam suatu kesepakatan yang istimewa. Namun pada 2010, 

deal seharga €30 juta dengan Qatar Foundation, nampaknya merupakan tawaran yang tak dapat ditolak oleh Sandro Rossel yang baru terpilih sebagai Presiden Klub 

menggantikan Joan Laporta yang telah melalui masa gemilang sejak kedatangannya pada 2003. Dengan beragam alasan, keputusan kontroversial ini diambil. 

Selain fakta bahwa T-shirt mereka menjadi tak lagi "bersih", kesepakatan dilakukan dengan perusahaan yang berasal dari negeri yang dipimpin rezim diktator. 

Hal ini kemudian dipandang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut Barca selaku representasi Catalan dengan segenap kebudayaanya. 

Meski para Socio mengatakan ya,tak seluruh fans menerima itu dengan hati yang gembira


MESSI YANG PERGI, LAPORTA YANG KEMBALI





Pasca Raihan Liga Champions pada 2015, era sesudahnya bisa dikatakan biasa-biasa saja. Kehadiran Presiden baru bernama Joseph Maria Bartomeu, meski sempat digadang mampu membawa Barca melanjutkan tren kegemilangan,

ternyata tak mampu membawa kemajuan. Alih-alih mendatangkan perbaikan, Bartomeu justru membawa Barca pada era yang tak memuaskan. 


Selain Entrenador yang mudah datang dan pergi, era Bartomeu juga dikenang sebagai era pemborosan yang kemudian membawa Barca terjerat timbunan utang. 

Belanja pemain yang dilakukan tanpa perhitungan matang, membuat Barca terperangkap over-value atas datangnya pemain baru selama bursa transfer di tiap musim


Tak perlu lama bagi para Socio untuk mengambil tindakan bagi Bartomeu. Pemilihan Presiden baru pun digelar. Joan Laporta kembali, meraih kursi yang sempat ia tinggalkan 

pada satu dekade silam. 


Di tahun pertamanya, upaya perbaikan ia lakukan. Format lama berupa Koneksi Belanda kembali ia aktifkan. Ronald Koeman ditunjuk guna menjabat kursi pelatih. 

Namun sayang, belum genap setahun berselang, pandemi Korona datang menyerang. Klub yang retak pasca era Bartomeu itu menghadapi ujian terberatnya dari sisi keuangan. 

Ketentuan mengenai gaji pemain yang diatur sedemikian rupa oleh La Liga, tak bergayung sambut dengan aspirasi 

pemain untuk mendapat gaji yang sepadan dengan kiprahnya yang merajai belasan kejuaraan. 


Alhasil, yang tak terbayangkan pun terjadi. Lionel Messi, sang ikon klub Catalan itu pergi ke Paris Saint Germain (PSG) tanpa perpanjangan kontrak dari klub yang telah membesarkan 

namanya. Bersamaan dengan hengkangnya Sergio Ramos yang merupakan mantan ikon klub ibukota, kepergian Messi menjadi penanda atas dimulainya era baru bagi Barcelona. 

Sekaligus pula, era baru bagi sepak bola dunia.


Minggu, 01 Februari 2026

Sanksi buat Pogba Dikira Lebay Diving

 


Paul Pogba kena hukuman larangan bermain 4 tahun sehabis dinyatakan bersalah permasalahan doping. Sanksi tersebut dikira sangat kelewatan.


Penggawa Juventus itu disanksi sebab teruji memakai doping.


Pogba kandas dalam uji doping pada dini masa ini. La Pioche tidak lagi dimainkan Juventus semenjak dikala itu sampai kesimpulannya kena skorsing 4 tahun.


Sanksi yang didapat Paul Pogba membuat karier sepakbolanya terancam. Ia baru dapat kembali dari hukuman yang didapat pada 2027, pas satu tahun sehabis kontraknya di Juventus berakhir.


Pogba juga berupaya naik banding biar hukuman yang diterimanya ditinjau ulang. Proses banding gelandang 30 tahun itu menemukan sokongan rekan setimnya di Juventus serta Timnas Prancis, Adrien Rabiot.


Rabiot mengaku sering jadi sahabat curhat Pogba soal hukuman yang diterima. Baginya sanksi yang dijatuhkan buat kawannya itu sangat lebay alias kelewatan.


" Sangat disayangkan apa yang terjalin. Aku kerap berdialog dengannya. Ia sering tiba ke Turin, apalagi baru- baru ini," kata Rabiot, dikutip dari La Gazzeta dello Sport.


" Aku ketahui ia lagi menunggu buat membaca alibi sesungguhnya dari penangguhan tersebut saat sebelum mengajukan banding. Aku berharap sanksinya dapat dikurangi," ia meningkatkan.


" Dibanding dengan apa yang dikatakan Paul kepada aku, hukuman 4 tahun dalam suasana semacam ini bagi aku agak kelewatan. Aku berharap sanksi tersebut hendak ditinjau ulang," jelasnya.


MU Ingin Ambil Resiko Besar, Klopp juga Respek


Dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, Pekan( 17/ 3/ 2024), MU menumbangkan Liverpool 4- 3. Laga itu berjalan hingga babak bonus.


MU unggul lebih dahulu berkat berhasil dari Scott McTominay. Liverpool membandingkan berkat berhasil dari Alexis Mac Alister. Menjelang babak awal berakhir, Liverpool berputar unggul dengan berhasil Mohamed Salah.


MU baru dapat membandingkan peran via berhasil Antony pada menit ke- 87. Laga wajib lanjut ke babak bonus.


Liverpool kembali unggul lagi pada menit 105. Harvey Eliot pencetak golnya. MU kembali bawa peran balance dengan berhasil dari Marcus Rashford pada menit ke- 112.


MU mengunci kemenangan dengan berhasil Amad Diallo. Dengan skema serbuan balik, MU mencetak berhasil kemenangan.


Klopp salut dengan keputusan Erik ten Hag memasukan pemain lebih melanda. Amad Diallo yang diberi peluang mengambil alih Raphael Varane.


United mengambil resiko besar, aku sangat menghormati itu," kata Klopp di ITV.


" Membuat keputusan tidak pula membuat suasana lebih baik bersamaan berjalannya laga. Selamat pada United telah lolos ke semifinal," kata Klopp meningkatkan.


Sabtu, 31 Januari 2026

Pemain Hebat Dari MU Yang Kagum

   


Dalam laga comeback-nya ini, Sancho tidak langsung menjadi starter. Ia di bangku cadangan Dortmund dan baru masuk pada menit ke-55.

Ia masuk bersama dengan Marco Reus, di mana keduanya menggantikan Julian Brandt dan Jamie Bynoe-Gittens.

Sancho tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan kemampuannya.

 Pada menit ke-77, Jadon Sancho berhasil membuat assist. Lolos dari jebakan offside, sang winger berhasil masuk ke kotak penalti Darmstadt.

Ia langsung memberikan umpan tarik kepada Marco Reus yang tidak terkawal, dan Reus tanpa kesulitan menceploskan bola ke gawang menjadi gol.

Malam debut kedua Sancho terasa semakin spesial karena Borussia Dortmund menang 3-0 di pertandingan tersebut.

Jumat, 30 Januari 2026

Manchester City vs Chelsea: The Citizens Ungguli The Blues

    



Manchester City berhasil mengamankan kemenangan penting atas Chelsea dalam pertandingan yang penuh dengan aksi dan drama di Liga Premier Inggris. The Citizens menunjukkan dominasi mereka di lapangan, mengalahkan The Blues dengan skor yang meyakinkan. Berikut adalah sorotan dari pertandingan tersebut.


Babak Pertama: Dominasi Manchester City

Sejak awal pertandingan, Manchester City tampil dominan. Tim asuhan Pep Guardiola menunjukkan permainan yang agresif dan mendominasi penguasaan bola. Gol pertama datang dari Kevin De Bruyne, yang mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke-15. Gol tersebut mengangkat semangat tim dan para pendukung di stadion.


Chelsea, meskipun memiliki beberapa peluang, tampak kesulitan mengimbangi kecepatan dan intensitas permainan City. Pertahanan mereka terus mendapat tekanan dari serangan bertubi-tubi dari para pemain City seperti Phil Foden, Riyad Mahrez, dan Erling Haaland.


Babak Kedua: Menjaga Keunggulan

Di babak kedua, Manchester City terus menekan pertahanan Chelsea. Pada menit ke-55, Erling Haaland menambahkan gol kedua bagi City setelah menerima umpan matang dari Joao Cancelo. Gol ini semakin memantapkan keunggulan The Citizens dan membuat Chelsea semakin tertekan.


Chelsea mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan mereka, namun kiper City, Ederson, tampil gemilang dengan beberapa penyelamatan krusial. Di sisi lain, lini pertahanan City yang dipimpin oleh Ruben Dias dan Aymeric Laporte berhasil meredam serangan-serangan Chelsea.


Gol Penutup

Pada menit ke-75, Phil Foden memastikan kemenangan City dengan gol ketiga yang indah. Mendapatkan umpan dari Kevin De Bruyne, Foden mengecoh beberapa pemain belakang Chelsea sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga.


Chelsea akhirnya berhasil mencetak gol hiburan pada menit ke-85 melalui Mason Mount, namun itu tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan mereka. 


Analisis Pasca-Pertandingan

Pep Guardiola memuji performa timnya yang solid dan dominan. “Kami bermain sangat baik, mengontrol permainan dari awal hingga akhir. Semua pemain menunjukkan kualitas dan kerja keras yang luar biasa,” kata Guardiola.


Di sisi lain, manajer Chelsea, Mauricio Pochettino, mengakui kekalahan tersebut dan menyoroti perlunya perbaikan di berbagai aspek permainan. “Manchester City bermain sangat baik dan kami harus belajar dari kekalahan ini. Kami perlu bekerja lebih keras dan meningkatkan performa di pertandingan berikutnya,” ujarnya.


Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Manchester City di puncak klasemen Liga Premier Inggris. Dengan permainan yang solid dan dominan, The Citizens sekali lagi menunjukkan mengapa mereka dianggap sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Chelsea, meskipun kalah, memiliki banyak hal untuk dipelajari dan diharapkan bisa bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya.


Pertandingan ini menjadi bukti bahwa persaingan di Liga Premier Inggris semakin ketat dan menarik, dengan setiap tim berjuang keras untuk meraih hasil terbaik di setiap pertandingan.

Kamis, 29 Januari 2026

Kylian MbappΓ© baru saja meraih Sepatu Emas Eropa

 


Kylian MbappΓ© baru saja meraih Sepatu Emas Eropa 2025 berkat performa luar biasa di musim debutnya bersama Real Madrid. Penyerang asal Prancis ini mencetak total 31 gol dalam 34 pertandingan LaLiga, menjadikannya sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi tersebut. Dengan perolehan 62 poin (setara dengan 31 gol dikali koefisien 2), MbappΓ© berhasil mengalahkan pesaing utamanya, Viktor GyΓΆkeres dari Sporting Lisbon, yang mengumpulkan 58,5 poin, serta Mohamed Salah dari Liverpool dengan 56 poin .

Selain itu, MbappΓ© juga memenangkan Pichichi Trophy sebagai pencetak gol terbanyak LaLiga dan Gerd MΓΌller Trophy sebagai pencetak gol terbanyak Eropa. Dengan pencapaian ini, ia menjadi pemain pertama sejak Thierry Henry pada 2005 yang memenangkan Sepatu Emas Eropa sebagai pemain Prancis. Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan Sepatu Emas Eropa, Sepatu Emas Piala Dunia, dan Sepatu Emas Liga Champions .

Performa MbappΓ© yang impresif ini juga tercatat dalam kontribusi gol sepanjang tahun 2025, di mana ia terlibat dalam 15 gol di semua kompetisi pada bulan Februari 2025 .

Dengan pencapaian ini, MbappΓ© telah menegaskan posisinya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia dan menjadi aset berharga bagi Real Madrid.

Kylian MbappΓ© telah mencatatkan sejarah baru dalam dunia sepak bola dengan meraih Sepatu Emas Eropa 2025. Pada musim debutnya bersama Real Madrid, ia mencetak total 43 gol di semua kompetisi, dengan 31 gol di LaLiga, 7 gol di Liga Champions, dan 5 gol lainnya di turnamen internasional dan domestik lainnya. Dengan perolehan 62 poin, MbappΓ© mengalahkan pesaing terdekatnya, Viktor GyΓΆkeres dari Sporting Lisbon, yang mengumpulkan 58,5 poin, dan Mohamed Salah dari Liverpool dengan 56 poin .

Statistik Kunci Musim 2024/25

LaLiga: 31 gol dalam 34 pertandingan

Liga Champions: 7 gol dalam 12 pertandingan

Total Gol di Semua Kompetisi: 43 gol

Assist: 3 assist di LaLiga dan 2 assist di Liga Champions

Tembakan Tepat Sasaran: 68 dari 95 tembakan (71,58% akurasi)

Rata-rata Gol per 90 Menit: 0,61 di LaLiga dan 0,59 di Liga Champions

Kecepatan Maksimum: 36,42 km/jam

Jarak Tempuh Rata-rata per Pertandingan: 7,25 km

Kartu Kuning: 1 di Liga Champions 


Penghargaan dan Rekor

Sepatu Emas Eropa 2025: Pencetak gol terbanyak di Eropa

Pichichi Trophy: Pencetak gol terbanyak LaLiga

Gerd MΓΌller Trophy: Pencetak gol terbanyak Liga Champions

Pemain Prancis Pertama Sejak Thierry Henry (2005): Memenangkan Sepatu Emas Eropa

Pemain Pertama dalam Sejarah Sepak Bola: Memenangkan Sepatu Emas Eropa, Piala Dunia, dan Liga Champions dalam kariernya 

Dengan pencapaian luar biasa ini, MbappΓ© telah menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia dan aset berharga bagi Real Madrid. Kylian MbappΓ© Raih Sepatu Emas Eropa 2025


Cara Taktik Bermain Kylian MbappΓ©

Taktik bermain Kylian MbappΓ© sangat dipengaruhi oleh atribut fisiknya yang luar biasa, kemampuan teknik tingkat tinggi, serta kecerdasannya dalam membaca permainan. Berikut adalah penjelasan lengkap tentang cara dan taktik bermain MbappΓ©, baik di klub maupun tim nasional:


πŸ”₯ 1. Bermain Sebagai Penyerang Sayap Kiri (Left Forward / Inverted Winger)

Posisi favoritnya adalah di sisi kiri penyerangan, namun ia sering masuk ke tengah untuk menembak dengan kaki kanan.

Dribbling cepat dan eksplosif, membuatnya unggul dalam situasi 1 lawan 1.

Ia sering melakukan cut-inside, menusuk ke kotak penalti dari sayap kiri lalu menembak ke tiang jauh.

Contoh:

Seperti gaya Arjen Robben di kanan, MbappΓ© adalah "mirror version"-nya di kiri.


πŸƒ‍♂️ 2. Transisi Cepat & Serangan Balik

MbappΓ© sangat mematikan saat counter-attack.

Dengan kecepatan puncak hingga 36–38 km/jam, ia bisa meninggalkan bek lawan hanya dalam beberapa detik.

Timing lari ke ruang kosong (off-the-ball movement) sangat tepat, membuatnya mudah menerima umpan terobosan.


🎯 3. Kombinasi dengan Striker atau Playmaker

Di PSG, ia sering bermain bersama Neymar dan Messi, sementara di Real Madrid ia bekerja sama dengan Bellingham atau VinΓ­cius.

MbappΓ© tidak egois, ia juga aktif memberi assist atau memantulkan bola dalam kombinasi pendek.


⚔️ 4. Penyelesaian Akhir (Finishing)

MbappΓ© punya berbagai jenis finishing:

Tendangan mendatar ke tiang jauh.

Lob saat 1v1 dengan kiper.

First-touch shooting setelah cutback dari sayap.


🧠 5. Pergerakan Tanpa Bola

Ia sangat cerdas membaca garis pertahanan lawan.

Sering mengecoh bek dengan pergerakan diagonal dari luar ke dalam.

Selalu mencari celah di antara bek kanan dan bek tengah lawan.


🧩 6. Fleksibilitas Taktis

MbappΓ© bisa bermain dalam beberapa formasi:

4-3-3 → Sebagai LW (left wing).

4-2-3-1 → Sebagai LF atau CF.

4-4-2 → Sebagai second striker / penyerang bebas.


πŸ“Š Contoh Statistik Taktis 2024/25:

Rata-rata dribble sukses: 4,1 per pertandingan

Shot on target: 71,5%

Progressive carries (membawa bola ke depan): 8,5 per laga

Expected Goals (xG): 0.72 per laga

Jika kamu tertarik, saya bisa bantu buatkan analisis video taktik MbappΓ© atau contoh diagram taktik dari beberapa laga terbaiknya. Mau?





Rabu, 28 Januari 2026

Sebab belum jadi WNI, Justin Hubner memanglah masih dapat membela Belanda

   


Indonesia hampir unggul atas Uzbekistan di menit ke- 61 pertandingan semifinal Piala Asia U- 23 2024. Berhasil dicetak Muhammad Ferrari, tetapi dianulir VAR.


Bermain di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha, Qatar, Senin( 29/ 4/ 2024), Indonesia memainkan starter yang hampir sama semacam kala mengalahkan Korea Selatan di perempatfinal. Cuma minus Rafael Struick serta Komang Teguh yang ditukar oleh Ramadhan Sananta serta Muhammad Fajar.


Sedangkan Uzbekistan banyak mengubah pemainnya. 

Uzbekistan coba sebagian kali melaksanakan serbuan. Tetapi, upayanya masih belum pas sasaran dari gawang Ernando Ari Sutaryadi. Selama 20 menit awal, nyaris tidak terdapat ancaman berarti. Kedua regu masih berupaya mencari celah merambah zona pertahanan lawan.


Di menit ke- 27, Witan Sulaeman pernah dijatuhkan oleh Abduvohid Nematov di dekat kotak penalti. Wasit setelah itu mengecek VAR, serta bukan menyangka pelanggaran di kotak penalti. Indonesia kandas bisa penalti.


Uzbekistan coba sebagian kali melaksanakan serbuan. Tetapi, upayanya masih belum pas sasaran dari gawang Ernando Ari Sutaryadi. Selama 20 menit awal, nyaris tidak terdapat ancaman berarti. Kedua regu masih berupaya mencari celah merambah zona pertahanan lawan.


Di menit ke- 27, Witan Sulaeman pernah dijatuhkan oleh Abduvohid Nematov di dekat kotak penalti. Wasit setelah itu mengecek VAR, serta bukan menyangka pelanggaran di kotak penalti. Indonesia kandas bisa penalti.


Setelah itu, Uzbekistan kembali mengecam. Sepakan Abdurauf Boriyev setelah itu hampir jadi berhasil andai tidak menimpa mistar gawang Ernando Ari Sutaryadi di menit ke- 30. Skor masih 0- 0, serta bertahan sampai sela waktu.


Di babak kedua, gelombang tekanan Uzbekistan terus bersinambung. Tetapi, Indonesia dapat mencuri berhasil di menit ke- 61.


Berawal dari crossing dari sisi kanan, bola menjangkau Ramadhan Sananta serta terjalin duel dengan dengan kiper Uzbekistan. Bola muntah setelah itu dapat diteruskan Sananta ke Ferrari di sampingnya, serta disepak jadi berhasil.


Wasit setelah itu mengecek VAR karena terindikasi offside. Serta kesimpulannya Sananta tertangkap kamera memanglah sedikit offside dikala menyongsong bola crossing, sehingga berhasil dibatalkan.


Lapisan Pemain


Uzbekistan: Abduvohid Nematov, Zafarmurod Abdirahmatov, Abdukodir Khusanov, Alibek Davronov, Asadbek Rahimjonov, Abdurauf Boriyev, Khojimat Erkinov, Abbosbek Fayzullaev, Umarali Rakhmonaliev, Alisher Odilov, Ulugbek Khoshimov


PSSI tidak memusingkan pemanggilan Belanda U- 20 buat Justin Hubner. Pemanggilan ini terjalin dikala si pemain selangkah lagi jadi Masyarakat Negeri Indonesia.


Dikala ini Justin Hubner, Ivar Jenner, serta Rafael Struick telah menemukan persetujuan DPR RI buat jadi WNI. Persetujuan itu terjalin dalam Rapat Dengar Komentar antara Komisi X serta Komisi III DPR RI dengan PSSI serta Kemenpora, Senin( 20/ 3/ 2023).


Dalam peluang ini, Ivar Jenner serta Rafael Struick muncul secara virtual. Sedangkan Justin Hubner tidak menampakkan batang hidungnya


Telah, kita tunggu saja. Secara consent sah ia telah sepakat( jadi WNI). Jadi pegangannya dokumen sah," kata Wakil Pimpinan Universal PSSI Ratu Tisha Destria kepada wartawan.


Justin Hubner jadi salah satu pemain yang dipanggil Belanda U- 20 buat jadwal terdekat mereka. Dijadwalkan, Belanda U- 20 hendak jumpa Prancis dalam laga uji coba melawan Prancis pada 25 Maret mendatang.


Di dikala yang bertepatan, pemain Wolverhampton Wanderers U- 21 itu pula dipanggil Timnas Indonesia U- 20. Shin Tae- yong memanggilnya buat menempuh Pemusatan Latihan di Jakarta, mulai Senin( 20/ 3/ 2023), dalam rangka persiapan mengarah Piala Dunia U- 20 2023.


Sebab belum jadi WNI, Justin Hubner memanglah masih dapat membela Belanda. Sedangkan dia pula dapat disertakan dalam latihan ataupun agenda- agenda tidak formal bersama Timnas U- 20.


Terdapat di Pasal 9 menyebut kalau saat sebelum berumur 20 tahun itu tidak terdapat permasalahan," ucap Ratu Tisha soal Justin Hubner dipanggil 2 negeri berbeda.


Ada pula Timnas U- 20 hendak menggelar TC di Jakarta hingga 1 April. Kemudian aktivitas TC hendak dilanjutkan di Korea pada 2- 20 April.


Selasa, 27 Januari 2026

Momen Terbaik Real Madrid: Mengenang Kejayaan Klub Sepanjang Sejarah

  



Sejarah Bola


Sepak bola ialah salah satu olahraga sangat terkenal dan sangat populer di dunia. Dengan jutaan penggemar yang memandang pertandingan secara langsung maupun melalui televisi, sepak bola telah jadi bagian tidak terpisahkan dari budaya global. Namun, sedikit yang tahu tentang sejarah panjang dan menarik di balik olahraga ini. Dalam artikel ini, kami hendak mengupas sejarah sepak bola mulai dari akarnya hingga jadi fenomena global yang kita ketahui hari ini.


Sejarah sepak bola dimulai jauh dikala saat sebelum masa modern. Pada dini mulanya, bentuk dini sepak bola ditemui di berbagai budaya di seluruh dunia, semacam Tiongkok kuno, Yunani kuno, dan Roma kuno. Namun, permainan yang kita ketahui sebagai sepak bola disaat ini berasal dari Inggris pada abad ke- 19. Di sana, permainan ini dimainkan oleh siswa di sekolah- sekolah dan perguruan besar dengan syarat yang berbeda- beda.


Asal Usul Sepak Bola


Permainan yang mirip dengan sepak bola telah ada di berbagai budaya sejak masa kuno. Misalnya, di Tiongkok kuno, terdapat sesuatu permainan bernama“ cuju” yang mengaitkan pemain mengoper bola dengan kaki mereka. Di Yunani kuno, terdapat sesuatu permainan bernama“ episkyros” yang pula mengaitkan tendangan bola. Di Roma kuno, terdapat sesuatu permainan bernama“ harpastum” yang mengaitkan pemain silih melontarkan dan menendang bola.


Namun, gimana permainan ini berkembang jadi apa yang kita ketahui sebagai sepak bola dikala ini ini? Perkembangan paling banyak terjalin di Inggris pada abad ke- 19. Pada disaat itu, permainan yang kita ketahui sebagai sepak bola dimainkan oleh siswa di sekolah- sekolah dan perguruan besar. Syarat permainan pada masa itu bermacam- berbagai di tiap- masing- masing tempat, tetapi umumnya mengaitkan pemain mengoper bola dengan kaki mereka dan berupaya mencetak sukses ke gawang lawan.


Permainan Sepak Bola di Inggris Abad ke- 19


Pada abad ke- 19, sepak bola jadi populer di Inggris, sangat utama di kalangan siswa sekolah dan perguruan besar. Syarat dan format permainan ini bermacam- berbagai di tiap- masing- masing tempat. Misalnya, di sekolah Rugby, permainan sepak bola diizinkan buat mengenakan tangan dalam mengoper bola. Di sekolah Eton, permainan sepak bola lebih mirip dengan permainan modern, di mana pemain hanya boleh mengenakan kaki mereka buat mengoper bola.


Pada masa itu, pertandingan sepak bola antar sekolah maupun perguruan besar sering kali berujung pada kekerasan dan kerusuhan. Mengenai ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan suatu badan yang mengatur dan menyusun syarat yang jelas buat permainan sepak bola. Inilah yang sehabis itu jadi dini mula pendirian Football Association( FA) pada tahun 1863.


Pada tahun 1863, Football Association( FA) didirikan di Inggris buat mengatur dan tingkatkan olahraga sepak bola. Pendirian FA yakni langkah berarti dalam sejarah sepak bola, karena FA menetapkan aturan- ketentuan dasar yang jadi dasar permainan sepak bola modern hingga disaat ini.


Salah satu syarat yang ditetapkan oleh FA ialah syarat tentang konsumsi tangan dalam permainan. FA memutuskan jika pemain hanya boleh mengenakan kaki mereka buat mengoper bola, kebalikannya konsumsi tangan dilarang kecuali buat kiper disaat menyelamatkan gawang. Syarat ini sehabis itu jadi dasar buat syarat permainan sepak bola di seluruh dunia.


Pertandingan ini berakhir dengan skor imbang 0- 0. Meski tidak ada sukses yang tercipta, pertandingan ini jadi tonggak sejarah dalam perkembangan sepak bola internasional. Sehabis pertandingan ini, pertandingan internasional antar negara jadi terus jadi populer dan jadi salah satu kompetisi sangat prestisius dalam dunia sepak bola, semacam Piala Dunia FIFA.


Perkembangan Sepak Bola 


Sehabis jadi populer di Inggris, sepak bola mulai menyebar ke negara- negeri Eropa yang lain. Pada dini mulanya, perkembangan sepak bola di Eropa masih terbatas pada komunitas Inggris yang tinggal di negara- negeri tersebut, semacam Prancis, Belanda, dan Belgia. Namun, bertepatan berjalannya waktu, sepak bola terus jadi dikenal dan dimainkan oleh penduduk asli negara- negeri tersebut.


Perkembangan sepak bola di Prancis dimulai pada akhir abad ke- 19, kala siswa- siswa di sekolah- sekolah dan perguruan besar mulai memainkan permainan ini. Pada tahun 1919, Federasi Sepak Bola Prancis( FFF) didirikan buat mengatur dan tingkatkan olahraga sepak bola di Prancis. Sejak disaat itu, sepak bola terus jadi populer di Prancis dan jadi salah satu olahraga terpopuler di negara tersebut.


Perkembangan sepak bola di Belgia dimulai pada dini abad ke- 20. Pada tahun 1895, Uni Sepak Bola Belgia( URBSFA) didirikan buat mengatur olahraga sepak bola di negara ini. Sepak bola terus jadi populer di Belgia dan jadi bagian berarti dari budaya olahraga negara ini. Tim nasional sepak bola Belgia pula jadi salah satu tim yang kompetitif dalam kompetisi internasional.


Piala Dunia FIFA


Piala Dunia FIFA ialah turnamen sepak bola sangat bergengsi di dunia. Turnamen ini diadakan masing- masing 4 tahun sekali dan mengaitkan tim nasional dari seluruh dunia. Piala Dunia FIFA dini kali diselenggarakan pada tahun 1930 di Uruguay.


Pertandingan dini Piala Dunia FIFA dimainkan pada bersamaan pada 13 Juli 1930 antara tim nasional Uruguay dan tim nasional Argentina. Uruguay pula berhasil jadi juara Piala Dunia FIFA dini sehabis mengalahkan tim nasional Argentina kdalam pertandingan final. Sejak itu, Piala Dunia FIFA jadi salah satu aktivitas olahraga sangat ditunggu- tunggu di dunia dan jadi ajang buat menunjukkan keahlian dan semangat kompetitif dari para pemain sepak bola terbaik di dunia.


Masa Depan Sepak Bola


Bertepatan dengan pertumbuhan popularitas sepak bola di Asia dan Amerika Selatan, dapat jadi hendak ada peningkatan jumlah turnamen dan kompetisi sepak bola di wilayah- daerah ini. Negara- negeri semacam Tiongkok, India, dan Amerika Latin memiliki keahlian besar buat jadi pusat sepak bola dunia dan menghasilkan pemain- pemain berbakat.


Terakhir, berarti buat diingat jika sepak bola ialah olahraga yang terus berkembang dan berubah bertepatan waktu. Meski ada perkembangan teknologi dan pergantian dalam format kompetisi, esensi dari sepak bola sebagai permainan yang menyatukan orang dari berbagai latar balik dan budaya hendak tetap ada. Sepak bola hendak terus jadi sumber kegembiraan, inspirasi, dan persatuan di seluruh dunia.


Senin, 26 Januari 2026

Sepak Bola Paling kejam Di Dunia Mafia Bola

   



Bagaimana Cara Mafia Bola Bekerja?


Di sebuah ruangan temaram, Vito Corleone atau yang kerap dipanggil Don Corleone, tampak santai duduk di kursi berbahan kulit kebesarannya. Di hadapannya, duduk seorang pria paruh baya gempal bernama Bonasera.


Dengan suara bergetar menahan amarah, Bonasera bercerita tentang paras cantik putri kesayangannya yang tercabik usai dianiaya dua teman lelakinya. Hatinya semakin terluka manakala pengadilan memutus kedua pemuda tersebut bebas dari segala tuntuan hukum.


Bonasera kemudian bangkit dan menghampiri Don Corleone. “Saya ingin mereka mati,” bisiknya.


Mendengar itu, Don Corleone bereaksi dingin. Ia tak menyanggungi permintaan tersebut.


“Berapa yang harus saya bayar?” tanya Bonasera menegaskan. Masih dengan mimik wajah datar, Don Corleone seketika bangkit dari duduknya. Kali ini, dari gelagatnya, ia tampak setuju. Tentu saja, ia tak menyebutkan angka. 

Hanya berkata bahwa jika ada seseorang yang melukai Bonasera, maka orang itu akan dibuat menderita olehnya.


Bonasera balik bertanya, “Kita berteman?” 


Don Corleone sempat memalingkan wajah, kemudian menatapnya dengan tajam.

“Godfather?” tanya Bonasera lagi. Don Corleone tersenyum, disambut Bonasera dengan mencium tangan kanannya.

***

Penggalan dialog Don Corleone dengan Bonasera dalam film legendaris berjudul “The Godfather” itu, setidaknya menggambarkan bagaimana dinginnya mafia dalam bertindak. Mereka kerap bergerak dalam senyap dan bersembunyi di balik selubung.


Di dunia sepak bola, mafia sejenis dengan berbeda rupa berkeliaran. Di Indonesia, mafioso lapangan hijau itu kini tengah menjadi sorotan tajam. Sebenarnya, sudah sejak lebih dari satu dekade silam, banyak pihak yakin sepak bola Tanah Air disusupi mafia bola. Namun, tak ada yang mampu memberikan bukti karena pergerakannya yang amat rapi dan senyap.


Momentum datang menyusul dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola oleh Polri pada Desember 2018. Hasilnya konkret, 16 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, dengan tujuh di antaranya sudah disidang. Salah satunya ialah mantan plt Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, yang didakwa atas perusakan, penghilangan, dan penghancuran barang bukti terkait kasus mafia bola.


Selayaknya mafia pada umumnya, mafioso kulit bulat ini juga memiliki beragam modus untuk mencapai tujuannya. Ada dua cara yang digunakan mafia bola dalam menjalankan aksinya yakni melakukan match fixing (pengaturan skor) dan match setting (pengaturan pertandingan).


Pengaturan skor biasanya lebih mengarah kepada perjudian. Modusnya, dalam sebuah pertandingan, skor sudah lebih dulu ditentukan sebelum atau sesudah kick-off. Sedangkan, pengaturan pertandingan hanya mencari menang dan kalah dengan men-setting permainan sedemikian rupa untuk menguntungkan sebuah tim.


Koordinator Save Our Soccer (SOS)--sebuah lembaga pemerhati isu sepak bola--Akmal Marhali, menyebut pengaturan skor sudah merambah Liga Indonesia sejak 2003 silam. Menurutnya, selama ini terdapat empat bandar yang bermain di sepak bola Indonesia. Satu orang berkewarganegaraan Malaysia dan Hong Kong, sementara dua orang lainnya berasal dari Singapura.


Lantas, bagaimana modus yang mereka gunakan?


Seorang bandar biasanya akan terlebih dahulu menghubungi seorang yang memiliki jaringan kepada runner (penghubung) di Indonesia. Layaknya Don Corleone, sosok itu disebut sebagai Godfather. Bandar tersebut biasanya akan meminta saran kepada Godfather terkait runner yang akan dipakainya, tentu dengan imbalan tertentu.

Godfather juga berperan untuk membukakan pintu kepada bandar untuk masuk ke kompetisi Indonesia. Ia merupakan sosok yang sudah sangat lama berkecimpung di sepak bola nasional dan memiliki pengaruh sangat besar di kalangan para runner.

Setelah didapat, bandar akan menghubungi runner secara langsung terkait pertandingan yang ingin 'diatur', tim mana yang menang dan kalah bahkan sampai skornya. Nah, bandar itu akan menyerahkan proses selanjutnya kepada runner tersebut.

Runner ini memiliki latar belakang yang berbeda. Rata-rata mereka merupakan mantan pesepak bola, manajer atau wasit. Latar belakang tersebut yang nantinya akan memengaruhi dengan siapa runner tersebut ‘bermain’.

Pemberian itu merupakan upaya Lasmi untuk menaikkan Persibara dari Liga 3 ke Liga 2 pada kompetisi musim lalu. Priyanto dan Anik kemudian mendistribusikan uang tersebut kepada Johar Lin Eng, Dwi Irianto, Mansur Lestaluhu, dan Nurul Safarid.

Lasmi sempat dimintai keterangan oleh Satgas Antimafia Bola terkait pengakuannya itu. Dari situ, kasus kemudian dikembangkan dengan dugaan penipuan dan pencucian uang.

Kendati demikian, para mafia bola itu melawan. Melalui masing-masing kuasa hukumnya, mereka berencana akan melaporkan Lasmi dengan kasus penyuapan. Hal itu didasari inisiatif Lasmi memberikan uang kepada para tersangka untuk menaikkan Persibara ke Liga 2 2019.








 

Minggu, 25 Januari 2026

Hasil Laga Semi Final Indonesia Vs Australia

      



Rafael telah mencapai kesepakatan dengan ASEP UDIN terkait transfernya ke SETIA BUDI. 

Ia sebelumnya bermain untuk PSMS MEDAN selama enam bulan terakhir dan baru-baru ini mengakhiri kontraknya dengan klub PSI itu," 


Rafael mengungkapkan bahwa ASEP UDIN telah menandatangani kontrak 


Pelatih Rafael, KUSDIONO Schip mengatakan bahwa Henderson adalah sosok gelandang berpengalaman dan memiliki jiwa kepemimpinan yang dibutuhkan oleh timn.


Pemain mereka juga bagus," kata Jordi.


Sementara itu, Indonesia mencatatkan kekalahan 1-3 saat berhadapan dengan Irak di Stadion Ahmad bin Ali, Senin.


"Kami kalah dari Irak. Harus saya katakan bahwa saya puas dengan penampilan saya di hari itu, tapi bagaimana pun saya tetap kecewa dengan hasilnya," tuturnya.


Dalam kesempatan yang sama, pelatih timnas Indonesia Shin Tae-yong menekankan bahwa pertandingan antara Indonesia dan Vietnam adalah krusial bagi kedua tim untuk melaju ke babak 16 besar.


"Pada pertandingan pertama kami sama-sama kalah.

Jumat, 23 Januari 2026

TATA CARA DALAM BERMAIN PARLAY

     

  • Tontonlah saluran olahraga ternama atau carilah kolom khusus olahraga di koran untuk mengetahui hasil akhir pertandingan-pertandingan besar.
  • Anda juga bisa mencari informasi tentang statistik pemain atau klub melalui situs web seperti ESPN, BBC UK, dan Fox Sports.

 Mengetahui peringkat klub di liga tidaklah cukup. Pastikan Anda mengetahui informasi terbaru yang tampak vital, seperti daftar pemain cedera, perubahan komposisi tim, dan pergantian pelatih. Detail-detail kecil bisa memberikan perbedaan besar terhadap kemenangan atau kekalahan Anda.
  • Statistik dapat memberi Anda informasi yang lebih baik mengenai performa sebuah klub dibandingkan hasil pertandingan yang sudah lewat. Klub dengan rerata gol yang lebih besar belum tentu menang apabila lawannya memiliki kiper dengan rekor penyelamatan mencapai 75%.
  • Alih-alih membuat pilihan berdasarkan rasio menang-kalah klub atau pemain, perhatikanlah statistik penyerangan dan pertahanan kedua klub yang akan bertanding.


 Hanya karena semua orang bertaruh dengan pola yang sama, bukan berarti taruhan tersebut berpeluang menang lebih besar. Namun, perhatikan taruhan yang sedang populer untuk membantu Anda membuat pilihan yang masuk akal. Mungkin saja orang-orang mengetahui sesuatu yang tidak Anda ketahui.Perubahan nilai taruhan sehari sebelum pertandingan besar, misalnya, bisa menjadi indikasi bahwa seorang pemain bintang tidak bisa bermain karena cedera atau sakit.

    • Memakai konsesus populer sebagai langkah awal sebelum mengasah kemampuan bertaruh bisa menjadi strategi yang berguna apabila Anda 
    • belum tahu cara bertaruh.

     Menebak hasil akhir pertandingan adalah taruhan yang paling mudah karena hanya ada 3 kemungkinan: menang, kalah, atau seri. Dengan taruhan ini, Anda hanya perlu menentukan tim mana yang sekiranya lebih unggul. Menyederhanakan struktur taruhan dengan cara ini membuat Anda bisa fokus untuk membuat pilihan.[
    • Variasi paling umum dari taruhan ini dikenal dengan nama “Asian handicap”, yaitu skema penambahan atau pengurangan jumlah gol dari tim pilihan Anda untuk mencegah hasil seri. Asian handicap membuat seseorang mungkin saja menang meskipun bertaruh untuk tim yang kalah.
    • Taruhan menebak hasil akhir pertandingan sering kali tidak membuahkan kemenangan sebesar skema taruhan lainnya, tetapi metode ini memberikan Anda kesempatan untuk memenangkan sedikit uang secara konsisten.


Mengapa Marcus Rashford Pemain Sulit Konsisten

    Marcus Rashford adalah salah satu pemain muda berbakat di sepak bola Inggris yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa sejak debutnya ...