AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Kamis, 12 Februari 2026

Villarreal di Stadion Olimpiade LluΓ­s Companys

 


Ia mengumumkan keputusan ini pasca kekalahan menyakitkan melawan Villarreal di Stadion Olimpiade LluΓ­s Companys, 


Keputusan ini cukup mengejutkan banyak pihak lantaran di musim pertamanya, Xavi menyumbang dua gelar (La Liga dan Piala Super Spanyol). Xavi juga selalu mendapatkan dukungan penuh dari sang presiden, Joan Laporta. pelatih atas dasar profesionalitas dan kemanusiaan.”


Xavi sebenarnya sudah lebih dulu mengabarkan keputusan ini kepada orang-orang terdekat, seperti keluarga dan asisten yang juga saudaranya, Oscar Hernandez.


Pekerjaan yang Melelahkan


“Ini pekerjaan yang kejam dan membuatmu lelah. 


Faktor-faktor ini menciptakan perbedaan yang signifikan antara keberhasilan sebagai pemain dan keberhasilan sebagai pelatih, dengan tantangan dan dinamika yang berbeda dalam kedua peran tersebut.


Mencari Pengganti Xavi


Kepergian Xavi akan sangat terasa Terkait pengganti Xavi, belum ada nama spesifik yang diincar manajemen Barca. 


FC Hollywood, Flick mempersembahkan ‘sixtuple’ untuk Bayern


Namun Nagelsmann juga bisa jadi nama menarik karena selain disukai Laporta, ia juga sedang menganggur dan sebagai pelatih muda masih bersemangat untuk membuktikan diri.


Kemudian ada nama Roberto De Zerbi yang namanya mengharum setelah menukangi Brighton and Hove Albion. Pelatih asal Italia itu bahkan mendapatkan pujian langsung dari gurunya yaitu Pep Guardiola. Pep mengatakan bahwa Brighton asuhan De Zerbi adalah tim dengan proses membangun serangan terbaik di Liga Inggris musim 2022/23.


Melatih tim sekelas Barca akan membantunya naik ke level yang lebih tinggi dari sebelumnya (Sassuolo, Shakhtar Donetsk, dan Brighton).

Rabu, 11 Februari 2026

Janji Striker Muda Timnas Indonesia

 



Janji Striker Muda Timnas Indonesia Jika Diturunkan Melawan Jepang


Striker Timnas Indonesia Hokky Caraka berjanji tampil lebih baik jika diturunkan pada laga penutup Grup D Piala Asia melawan Jepang di Stadion Thumama


Hokky melakoni debut di turnamen saat masuk sebagai pengganti pada duel kontra Vietnam


Saya memang sedikit grogi dan setelah pertandingan jadi tidak bisa tidur, setelah melihat seberapa besar ego saya sehingga tidak bisa memanfaatkan peluang. Jadi saya akan mengevaluasi diri saya sendiri untuk kesempatan selanjutnya," ungkap pemain asal klub PSS Sleman tersebut.


Timnas indonesia menang 1-0 atas Vietnam berkat penalti Asnawi Mangkualam. Hasil tersebut membuka peluang Tim Garuda melangkah ke babak 16 besar.


"Alhamdulillah kami menang melawan Vietnam. Namun kami harus segera fokus ke laga selanjutnya melawan Jepang. Kami akui Jepang tim kuat, namun kami juga optimistis mampu mengimbangi Jepang apalagi sudah melihat permainan mereka," kata Hokky dilansir situs resmi federasi.


 Agar mampu bersaing melawan Timnas Jepang, Hokky berharap suporter terus memberikan dukungan langsung.


"Tetap dukung kami walau apa pun hasilnya nanti. Semoga bisa melaju ke babak berikutnya. Mau siapa pun yang diturunkan, main di mana pun, hasilnya seperti apa pun, mohon dukungannya," tukas Hokky


Bukan cuma Hokky yang berharap tampil menghadapi Jepang. Bek Jordi Amat juga memiliki keinginan sama usai cedera patah tulang hidung saat meladeni Vietnam.


Jordi gagal menyelesaikan laga tersebut dan diganti Rizky Ridho. "Ya, saya ada patah tulang kecil di sebelah hidung saya," kata Jordi dilansir situs resmi PSSI.


"Saya kira dua hari istirahat saja cukup untuk penyembuhan dan saya harap saya bisa bermain dengan masker untuk melindungi wajah saya. Memang tidak nyaman karena menyakitkan, tetapi saya berharap peradangannya hilang dalam beberapa hari," sambungnya.

Jordi menyebut kesuksesan menumbangkan Vietnam sebagai hasil luar biasa. Kini dia fokus untuk menyelesaikan tugas di partai selanjutnya.


"Kemenangan luar biasa bagi Indonesia, kami pantas mendapatkannya. Kami menunjukkan karakter dan semangat dalam laga," ungkapnya.


"Bermain melawan Irak adalah ujian besar, sekarang Anda lihat betapa bagusnya kami dan kemampuan bersaing melawan Vietnam."


"Jadi sekarang saatnya untuk memulihkan diri, juga diri saya sendiri dan kemudian mari bertarung melawan Jepang," pungkas Jordi Amat.



Selasa, 10 Februari 2026

Karier dan Prestasi Nova Rianto Pelatih Muda Beruntung Indonesia

 



Nova Arianto adalah salah satu pelatih muda paling menonjol dalam sepak bola Indonesia saat ini. Meski menyebut dirinya "beruntung", pencapaiannya sejauh ini lebih merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan pengalaman panjang di dunia sepak bola nasional.

Karier dan Prestasi

Nova memulai karier kepelatihannya sebagai asisten di berbagai klub, termasuk Pelita Bandung Raya, Madiun Putra, dan Bhayangkara FC. Selama enam tahun, ia juga menjadi asisten pelatih di berbagai kelompok umur Timnas Indonesia. Pada 2024, ia dipromosikan menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-17. ​

Di bawah kepemimpinannya, Timnas U-17 mencatat sejarah dengan lolos ke Piala Dunia U-17 2025 melalui jalur kualifikasi, sebuah pencapaian pertama bagi Indonesia. Timnas U-17 tampil impresif di fase grup Piala Asia U-17 2025, termasuk kemenangan 1-0 atas Korea Selatan dan 4-1 atas Yaman. ​

Filosofi dan Gaya Melatih

Nova dikenal sebagai pelatih yang rendah hati dan fokus pada pengembangan pemain muda. Ia sering menekankan pentingnya kerja keras dan disiplin dalam tim. Setelah kemenangan atas Korea Selatan, ia menyatakan bahwa timnya "beruntung" mendapatkan penalti, menunjukkan sikap rendah hati meskipun timnya tampil dominan. ​

Tantangan dan Evaluasi

Meskipun sukses di fase grup, Timnas U-17 mengalami kekalahan telak 0-6 dari Korea Utara di perempat final Piala Asia U-17 2025. Nova tetap mengapresiasi perjuangan timnya dan menekankan pentingnya evaluasi untuk perbaikan ke depan.

Pengakuan dan Harapan

Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, memuji Nova sebagai "pelatih masa depan sepak bola Indonesia", mengakui peran besar Nova dalam membentuk tim muda yang kompetitif. ​

Dengan pencapaian dan dedikasinya, Nova Arianto diharapkan terus berkontribusi dalam pengembangan sepak bola Indonesia, khususnya dalam membina talenta muda untuk masa depan yang lebih cerah.

Filosofi dan gaya melatih dalam sepak bola sangat menentukan karakter dan identitas sebuah tim. Setiap pelatih memiliki pendekatan unik berdasarkan pengalaman, kepribadian, dan tujuan taktis mereka. Berikut penjelasan umum dan beberapa contoh filosofi dan gaya melatih yang sering diterapkan pelatih sepak bola:

πŸ” Filosofi Melatih Sepak Bola

Filosofi melatih adalah landasan berpikir dan prinsip-prinsip dasar yang digunakan pelatih dalam membangun tim. Ini mencakup aspek teknis, taktis, psikologis, dan nilai-nilai yang ingin ditanamkan ke pemain.

Contoh Prinsip Filosofis:

Pengembangan pemain muda: Fokus pada pembinaan bakat jangka panjang.

Kerja keras & kedisiplinan: Ditekankan pada etos kerja, tanggung jawab, dan kolektivitas.

Mengutamakan permainan menyerang: Lebih suka dominasi penguasaan bola dan mencetak gol.

Permainan efisien: Fokus pada efektivitas dan pertahanan kuat.


⚙️ Gaya Melatih / Gaya Bermain (Playing Style)

1. Possession Football (Tiki-Taka)

Ciri: Menguasai bola selama mungkin, umpan-umpan pendek cepat, pergerakan tanpa bola.

Pelatih terkenal: Pep Guardiola.

Tujuan: Kontrol penuh atas pertandingan, memancing lawan keluar lalu mengeksploitasi ruang.


2. Gegenpressing (Counter-Pressing)

Ciri: Menekan lawan segera setelah kehilangan bola.

Pelatih terkenal: JΓΌrgen Klopp.

Tujuan: Menang kembali bola secepatnya dan manfaatkan disorganisasi lawan.


3. Park The Bus / Defensif

Ciri: Fokus pada pertahanan solid, banyak pemain di area bertahan.

Pelatih terkenal: JosΓ© Mourinho (terutama saat di Inter dan Chelsea).

Tujuan: Bertahan rapat, serangan balik cepat.


4. Direct Play / Long Ball

Ciri: Umpan langsung ke depan, minim umpan pendek, fokus pada duel fisik.

Pelatih terkenal: Sam Allardyce, Tony Pulis.

Tujuan: Menyederhanakan permainan dan mencari peluang lewat bola-bola atas.


5. Fluid System / Total Football

Ciri: Semua pemain bisa berpindah posisi, fleksibel, dinamis.

Pelatih terkenal: Johan Cruyff, Rinus Michels.

Tujuan: Dominasi tak hanya lewat bola, tapi juga lewat pergerakan kolektif.


🧠 Aspek Psikologis dalam Melatih

Pelatih hebat juga menjadi motivator dan mentor. Mereka membangun:

Mental juara

Rasa percaya diri

Kohesi tim (team bonding)

Ketahanan menghadapi tekanan (resilience)


πŸ“Œ Catatan:

Pelatih seperti Nova Arianto, misalnya, punya gaya yang menekankan disiplin, kerja keras, dan semangat kolektif, cocok untuk pemain muda yang sedang berkembang.

Kalau kamu ingin tahu filosofi spesifik dari pelatih tertentu (kayak Shin Tae-yong, Ancelotti, Erik ten Hag, dll), tinggal bilang aja ya!



Senin, 09 Februari 2026

Pemain MU yang Suka Eror, Harry Maguire Nomor Satu

 

 Pemain Hebat Dari MU Yang Kagum



Dalam laga comeback- nya ini, Sancho tidak langsung jadi starter. Dia di bangku cadangan Dortmund serta baru masuk pada menit ke- 55.


Dia masuk bersama dengan Marco Reus, di mana keduanya mengambil alih Julian Brandt serta Jamie Bynoe- Gittens.


Sancho tidak perlu waktu lama buat menampilkan kemampuannya.


Pada menit ke- 77, Jadon Sancho sukses membuat assist. Lolos dari jebakan offside, si winger sukses masuk ke kotak penalti Darmstadt.


Dia langsung membagikan umpan tarik kepada Marco Reus yang tidak terkawal, serta Reus tanpa kesusahan menceploskan bola ke gawang jadi berhasil.


Malam debut kedua Sancho terasa terus menjadi istimewa sebab Borussia Dortmund menang 3- 0 di pertandingan tersebut.


Bonus 3 poin ini membuat Dortmund menyudahi tren tanpa kemenangan mereka, serta mereka saat ini naik ke peringkat kelima klasemen sedangkan Bundesliga.


Sedangkan itu, Donny van de Beek menempuh start yang bagus di Eintracht Frankfurt. Si gelandang menolong timnya mencapai kemenangan atas RB Leipzig.


Van de Beek menempuh debutnya di Bundesliga. Dia turun di pertandingan RB Leipzig vs Eintracht Frankfurt.


Pada laga debutnya ini, pelatih Eintracht Frankfurt menyimpan keyakinan yang besar pada Van de Beek. Dia memainkan si gelandang selaku starter.


Tetapi Dino Toppmoller membuat sedikit eksperimen terhadap Van de Beek. Si gelandang dimainkan di posisi sayap kiri.


Van de Beek bermain sepanjang 63 menit di laga ini. Saat sebelum dia digantikan Aurelio Buta di babak kedua.


Bermain sepanjang 63 menit, Van de Beek dapat dikatakan belum dapat membagikan donasi yang nyata untuk Die Adler.


Dia tidak membebaskan satupun tembakan di laga ini. Dia cuma membuat satu umpan kunci, di mana dia cuma membebaskan total 13 umpan di laga ini.


Dia pula tidak membuat percobaan dribble di laga ini serta dia sekali kalah duel. Jadi tidak heran bila dia langsung ditarik keluar di menit ke- 63. Walaupun sedikit donasi, Van de Beek ikut menolong Eintracht Frankfurt mencapai 3 poin di laga ini. Die Adler menang 1- 0 atas Die Roten Bulen berkat berhasil Ansgar Knauff di babak awal.


Sabtu, 07 Februari 2026

Kabar Mengejutkan Datang Dari Manchester United

  

Baik Bola


Kabar mengejutkan datang dari Manchester United. Setan Merah dikabarkan siap menggelontorkan dana yang besar demi membajak Vinicius Junior dari Real Madrid.


Vinicius sekarang merupakan salah bintang di Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti. Pemain asal Brasil tersebut menjadi andalan Los Blancos di sisi kiri.


Sampai sejauh ini, Vinicius telah tampil sebanyak 241 kali bagi Real Madrid. Dalam prosesnya pemain berusia 23 tahun itu menyumbangkan 136 G/A.


Menurut laporan terbaru, Manchester United kabarnya tertarik untuk memboyong Vinicius. Setan Merah disebut siap menggelontorkan dana hingga 130 juta pounds untuk merekrut Vinicius.


Sebelumnya, Manchester United termasuk cukup sering merekrut pemain dari Real Madrid. Siapa saja dan bagaimana kiprahnya di Old Trafford?


Berikut ini empat pemain Real Madrid yang direkrut Manchester United.


1. Laurie Cunningham



Laurie Cunningham tercatat sebagai pemain Inggris pertama di Real Madrid. Dia direkrut dari West Bromwich Albion pada tahun 1979.


Selama berada di Santiago Bernabeu, Cunningham sering mendapat cedera. Pada akhirnya, winger asal Inggris tersebut dipinjamkan ke Manchester United pada 1983.


Cunningham hanya tampil dalam lima pertandingan bersama Setan Merah. Dia mencetak satu gol dari penampilannya tersebut.


2. Angel Di Maria




Angel Di Maria tampil sangat mengesankan bersama Real Madrid. Winger asal Argentina itu turut membantus Los Blancos meraih gelar Liga Champions pada musim 2013/2014.


Setelah itu, Manchester United merekrut Di Maria. Setan Merah memecahkan rekor transfer termahal Inggris pada saat itu demi mendatangkan Di Maria ke Old Trafford.


Namun, Di Maria tidak bisa menemukan kesuksesan bersama Manchester United. Di Maria hanya bertahan selama satu musim bersama Setan Merah dan dilepas ke PSG pada akhir musim.


3. Raphael Varane




Raphael Varane mulai berseragam Real Madrid pada tahun 2011. Bek asal Prancis itu meraih banyak prestasi ketika berkostum tim asal ibu kota Spanyol tersebut.


Pada 2021, Manchester United merekrut Varane dengan tujuan memperkuat lini pertahanan. Mantan pemain Lens tersebut ditebus dengan biaya yang mencapai 40 juta euro.


Sampai sejauh ini, Varane sudah memainkan 81 pertandingan di semua kompetisi bersama Manchester United. Sebagai bek, dia bisa menyumbang 17 gol dan tujuh assist.


4. Casemiro



Casemiro bermain cukup lama bersama Real Madrid. Gelandang asal Brasil tersebut berhasil menjuarai banyak trofi selama menjalani karier di Santiago Bernabeu.


Setelah bermain di Spanyol, Casemiro melanjutkan kariernya di Inggris. Dia didatangkan Manchester United ke Old Trafford dengan mahar sekitar 60 juta euro pada tahun 2022.


Sekarang Casemiro masih menghuni skuad Manchester United. Pemain berusia 30 tahun tersebut sudah memainkan 63 pertandingan dengan mencetak 11 gol dan tujuh assist.


Jumat, 06 Februari 2026

Contoh Pemain Naturalisasi Indonesia

   



Di Indonesia, terdapat perbedaan antara pemain naturalisasi dan pemain keturunan dalam konteks kewarganegaraan, khususnya dalam dunia olahraga seperti sepak bola. Berikut adalah penjelasannya:


1. Pemain Naturalisasi

Pemain naturalisasi adalah pemain asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses hukum, meskipun mereka tidak memiliki garis keturunan Indonesia. Proses ini biasanya melibatkan pengajuan resmi kepada pemerintah, sidang di DPR, dan penerbitan Keputusan Presiden.

Ciri-ciri pemain naturalisasi:

  • Tidak memiliki garis keturunan Indonesia (misalnya, orang tua atau kakek-neneknya bukan orang Indonesia).
  • Proses naturalisasi dilakukan atas dasar keinginan sendiri atau usulan organisasi olahraga.
  • Sebelum menjadi warga negara Indonesia, mereka adalah warga negara asing.
  • Biasanya memiliki pengalaman bermain di luar negeri dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas tim nasional.

Contoh pemain naturalisasi Indonesia:

  • Cristian GonzΓ‘les (Uruguay)
  • Stefano Lilipaly (Belanda)
  • Marc Klok (Belanda)

2. Pemain Keturunan

Pemain keturunan adalah pemain yang memiliki hubungan darah dengan Indonesia, biasanya karena salah satu atau kedua orang tuanya, kakek, nenek, atau leluhurnya adalah warga negara Indonesia.

Ciri-ciri pemain keturunan:

  • Memiliki garis keturunan langsung dari Indonesia.
  • Mereka dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia secara lebih sederhana karena hubungan darah.
  • Tidak selalu membutuhkan naturalisasi formal, tergantung pada status kewarganegaraan orang tuanya.
  • Kadang memiliki kewarganegaraan ganda (terutama jika lahir di negara lain), namun harus memilih salah satu kewarganegaraan ketika mencapai usia tertentu sesuai Undang-Undang.

Contoh pemain keturunan Indonesia:

  • Elkan Baggott (Inggris-Indonesia)
  • Sandy Walsh (Belanda-Indonesia)
  • Jordi Amat (Spanyol-Indonesia)

Perbedaan Utama

AspekPemain NaturalisasiPemain Keturunan
Hubungan darahTidak ada garis keturunan IndonesiaMemiliki garis keturunan Indonesia
Proses kewarganegaraanMelalui naturalisasi formalDapat lebih sederhana karena hubungan darah
Kewarganegaraan awalWarga negara asingBisa memiliki kewarganegaraan ganda sejak lahir
MotivasiUntuk memperkuat tim nasional atau alasan pribadiBerdasarkan hak darah

Kesimpulan:

  • Pemain naturalisasi dihadirkan untuk menambah kualitas tim dengan pengalaman internasional mereka.
  • Pemain keturunan lebih alami dalam prosesnya, karena memiliki hubungan darah langsung dengan Indonesia.

Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang topik ini, silakan beri tahu! 😊

Kamis, 05 Februari 2026

Kemampuan Mengumpan dan Kreativitas Kehebatan Ángel Di María

   


Tim nasional Argentina telah melahirkan banyak legenda sepak bola, dan dua di antaranya adalah Lionel Scaloni dan Ángel Di María. Keduanya telah memberikan kontribusi besar bagi Albiceleste, baik di dalam maupun di luar lapangan.


Karier sebagai Pemain


Pemain Bertahan Andal: Scaloni memulai kariernya sebagai pemain bertahan yang solid, bermain untuk klub-klub seperti Deportivo La CoruΓ±a, Lazio, dan West Ham United.

Tim Nasional: Sebagai pemain, Scaloni tidak memiliki karier internasional yang panjang, tetapi pengalamannya di Eropa memberikan wawasan berharga.


Karier sebagai Pelatih


Transformasi Timnas: Setelah pensiun, Scaloni menjadi pelatih tim nasional Argentina. Dia membawa pendekatan baru dan fokus pada regenerasi pemain.

Kesuksesan Copa America 2021: Di bawah kepemimpinannya, Argentina memenangkan Copa America 2021, gelar besar pertama sejak 1993, dengan mengalahkan Brasil di final.


Ángel Di María


Pemain Sayap Berbakat: Di MarΓ­a dikenal sebagai pemain sayap cepat dengan kemampuan dribbling dan kreativitas tinggi. Dia bermain untuk klub-klub besar seperti Real Madrid, Manchester United, dan PSG.

Tim Nasional: Di MarΓ­a telah menjadi pilar tim nasional Argentina selama lebih dari satu dekade, memberikan kontribusi penting dalam banyak turnamen.


Momen Bersejarah


Gol Penentu di Copa America 2021: Di MarΓ­a mencetak gol kemenangan di final Copa America 2021 melawan Brasil, mengakhiri penantian panjang Argentina untuk trofi besar. Gol tersebut menjadikannya pahlawan bagi Argentina dan memperkuat statusnya sebagai legenda.


Kepemimpinan dan Inspirasi


Scaloni: Sebagai pelatih, Scaloni dikenal karena kemampuannya mengelola tim dan memotivasi pemain muda. Kesuksesannya di Copa America 2021 menunjukkan kemampuan strategis dan kepemimpinannya.

Di MarΓ­a: Sebagai pemain, Di MarΓ­a selalu memberikan inspirasi dengan etos kerja dan dedikasinya. Gol-gol dan penampilannya di momen-momen penting telah menjadikannya panutan bagi generasi pemain Argentina yang akan datang.


Lionel Scaloni dan Ángel Di María adalah dua sosok yang telah memberikan dampak besar bagi tim nasional Argentina. Dengan kepemimpinan dan prestasi mereka, keduanya layak dianggap sebagai legenda yang akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Argentina.


Kehebatan Ángel Di María


Ángel Di María adalah salah satu pemain sepak bola terbaik yang pernah dimiliki Argentina. Keahliannya sebagai pemain sayap telah memberikannya reputasi sebagai salah satu pemain paling dinamis dan berbahaya di dunia sepak bola.


Keahlian dan Kualitas


Dribbling: Di MarΓ­a terkenal dengan kemampuan dribbling yang luar biasa. Kecepatannya saat menguasai bola membuatnya mampu melewati lawan dengan mudah.

Kecepatan: Kecepatan larinya yang tinggi sering kali menjadi senjata andal untuk menyerang dari sisi sayap.


Kemampuan Mengumpan dan Kreativitas


Visi dan Umpan: Di MarΓ­a memiliki visi yang tajam dan kemampuan mengumpan yang akurat, sering kali menciptakan peluang bagi rekan setimnya.

Kreativitas: Kreativitasnya dalam bermain membuatnya mampu menciptakan peluang dari situasi yang tampaknya tidak mungkin.


Tendangan Jarak Jauh dan Akurasi


Tendangan Kuat: Di MarΓ­a memiliki tendangan jarak jauh yang kuat dan akurat, sering kali mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti.

Akurasi: Kemampuan menempatkan bola dengan tepat membuatnya menjadi ancaman dari situasi bola mati maupun permainan terbuka.


Prestasi dan Penghargaan


Real Madrid: Di MarΓ­a memenangkan banyak trofi termasuk La Liga, Liga Champions UEFA, dan Copa del Rey selama berada di Real Madrid.

Paris Saint-Germain (PSG): Di MarΓ­a melanjutkan kesuksesannya di PSG, memenangkan berbagai gelar domestik dan menjadi pemain kunci dalam skuad mereka.


Karier Internasional


Tim Nasional Argentina: Di MarΓ­a adalah pemain andalan tim nasional Argentina, dengan momen puncaknya adalah mencetak gol kemenangan di final Copa America 2021 melawan Brasil, yang mengakhiri penantian panjang Argentina untuk gelar besar.


Inspirasi dan Dedikasi


Panutan: Etos kerja dan dedikasinya di lapangan menjadi inspirasi bagi pemain muda.

Legenda: Di MarΓ­a telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu legenda sepak bola Argentina dengan kontribusinya yang luar biasa baik di level klub maupun internasional.


Ángel Di María adalah contoh sempurna dari seorang pemain sayap modern dengan kemampuan dribbling, kecepatan, kreativitas, dan tendangan jarak jauh yang luar biasa. Prestasi dan kontribusinya menjadikannya salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola Argentina.

Rabu, 04 Februari 2026

Sepak Bola Dunia 2026: Tahun Penuh Aksi Dan Kejutan

   


Tahun 2024 menjadi salah satu tahun yang penuh dengan aksi menegangkan dan kejutan di dunia sepak bola. Dari turnamen internasional hingga liga-liga top Eropa, sepak bola terus menawarkan drama, keterampilan, dan kisah yang memikat penggemar di seluruh dunia. Artikel ini akan mengulas beberapa momen penting dan perkembangan menarik yang terjadi di dunia sepak bola sepanjang tahun 2024.


Turnamen Internasional


Piala Eropa 2024:

Piala Eropa 2024, yang diadakan di Jerman, menjadi pusat perhatian utama di tahun ini. Turnamen ini menyuguhkan pertandingan-pertandingan berkualitas tinggi dan momen-momen epik. Tim-tim besar seperti Jerman, Spanyol, Prancis, dan Italia bersaing ketat untuk memperebutkan gelar juara. Kejutan datang dari beberapa tim underdog yang berhasil melaju jauh di turnamen, menambah warna tersendiri dalam kompetisi ini.


Copa AmΓ©rica 2024:

Di benua Amerika Selatan, Copa AmΓ©rica 2024 juga tidak kalah seru. Diadakan di Ekuador, turnamen ini menampilkan persaingan sengit antara Brasil, Argentina, Uruguay, dan Chile. Lionel Messi, yang mungkin memainkan salah satu turnamen internasional terakhirnya, terus menunjukkan magisnya di lapangan, sementara pemain-pemain muda berbakat mulai mencuri perhatian.


Liga-Liga Top Eropa


Liga Inggris:

Liga Premier Inggris tetap menjadi salah satu liga paling kompetitif di dunia. Musim 2023/2024 menyajikan persaingan ketat antara klub-klub besar seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, dan Manchester United. Kejutan datang dari klub-klub seperti Newcastle United dan Aston Villa yang berhasil masuk ke papan atas klasemen, menunjukkan bahwa persaingan di Liga Inggris semakin merata.


La Liga:

Di Spanyol, La Liga terus menyajikan duel klasik antara Real Madrid dan Barcelona. Dengan kembalinya beberapa pemain bintang dan munculnya talenta-talenta muda, La Liga tetap menjadi tontonan yang menarik. Atletico Madrid juga menunjukkan performa yang konsisten, menjadikan persaingan tiga besar semakin seru.


Serie A:

Liga Italia terus berkembang dengan banyak klub yang menunjukkan peningkatan performa. Juventus, Inter Milan, dan AC Milan bersaing ketat untuk gelar juara. Serie A juga menjadi panggung bagi banyak pemain muda berbakat yang mulai menarik perhatian klub-klub besar Eropa.


Bundesliga dan Ligue 1:

Di Jerman, Bayern Munich tetap mendominasi Bundesliga, meskipun RB Leipzig dan Borussia Dortmund terus memberikan perlawanan sengit. Sementara itu, di Prancis, PSG masih menjadi kekuatan dominan, namun persaingan dari klub-klub seperti Marseille dan Lyon membuat Ligue 1 semakin menarik.


Perkembangan Teknologi dan VAR

Tahun 2024 juga melihat perkembangan teknologi yang semakin mempengaruhi sepak bola. VAR (Video Assistant Referee) terus digunakan untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan krusial. Selain itu, teknologi seperti pelacakan pemain dan analisis data semakin digunakan oleh klub-klub untuk meningkatkan performa dan strategi mereka.


Pemain-Pemain Bintang dan Transfer Besar


Transfer Besar:

Bursa transfer tahun 2024 diwarnai dengan beberapa transfer besar yang mengejutkan. Pemain-pemain bintang seperti Kylian MbappΓ©, Erling Haaland, dan Harry Kane menjadi sorotan dengan kepindahan mereka ke klub-klub baru yang mengubah peta persaingan di liga-liga top Eropa.


Pemain Muda Berbakat:

Tahun 2024 juga menjadi tahun di mana banyak pemain muda mulai menunjukkan kualitasnya. Nama-nama seperti Jude Bellingham, Ansu Fati, dan Jamal Musiala semakin bersinar, menunjukkan bahwa masa depan sepak bola berada di tangan yang baik.


Kesimpulan

Sepak bola dunia pada tahun 2024 menawarkan banyak momen menarik, dari turnamen internasional hingga liga-liga top Eropa. Perkembangan teknologi, transfer besar, dan munculnya pemain-pemain muda berbakat semakin menambah daya tarik olahraga ini. Dengan segala kejutan dan drama yang terjadi, sepak bola terus menjadi olahraga yang dicintai oleh jutaan penggemar di seluruh dunia. Kita nantikan apa yang akan terjadi di paruh kedua tahun 2024 dan seterusnya, karena sepak bola selalu penuh dengan kejutan dan keajaiban.

Selasa, 03 Februari 2026

Mengapa Marcus Rashford Pemain Sulit Konsisten

   



Marcus Rashford adalah salah satu pemain muda berbakat di sepak bola Inggris yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa sejak debutnya di Manchester United. Namun, seperti banyak pemain muda lainnya, Rashford menghadapi tantangan dalam mempertahankan konsistensi performanya di lapangan. Erik ten Hag, manajer Manchester United, telah memberikan beberapa wawasan tentang mengapa Rashford menghadapi kesulitan ini dan bagaimana ia bisa mengatasinya.


1. Cedera dan Kebugaran

Salah satu alasan utama yang disebutkan oleh Ten Hag adalah masalah cedera dan kebugaran yang sering mengganggu Rashford. Sepanjang kariernya, Rashford telah mengalami beberapa cedera yang memaksanya absen dari banyak pertandingan penting. Cedera ini tidak hanya mempengaruhi kebugarannya tetapi juga kepercayaan dirinya di lapangan.


"Cedera adalah bagian dari permainan, tetapi untuk seorang pemain muda seperti Rashford, itu bisa sangat mengganggu perkembangannya. Dia membutuhkan waktu untuk pulih dan kembali ke performa terbaiknya," kata Ten Hag.


2. Tekanan dan Harapan Tinggi

Rashford telah bermain di bawah sorotan besar sejak awal kariernya, dengan ekspektasi tinggi dari penggemar dan media. Menurut Ten Hag, tekanan ini bisa mempengaruhi mentalitas dan performa pemain muda. "Marcus selalu bermain di bawah sorotan besar, dan itu membawa tekanan yang luar biasa. Konsistensi datang dengan pengalaman dan cara mengelola tekanan tersebut," ujar Ten Hag.


3. Peran di Lapangan

Ten Hag juga menyoroti bahwa perubahan posisi dan peran di lapangan dapat mempengaruhi konsistensi Rashford. Di bawah berbagai manajer, Rashford telah bermain di berbagai posisi mulai dari penyerang tengah, sayap kiri, hingga penyerang kedua. Perubahan ini bisa mengganggu ritme dan adaptasi pemain terhadap peran tertentu.


"Marcus adalah pemain serbaguna, tetapi dia perlu menemukan peran yang paling cocok untuknya. Konsistensi datang ketika seorang pemain bisa fokus pada satu posisi dan mengasah keterampilannya di sana," jelas Ten Hag.


4. Aspek Mental dan Dukungan Tim

Ten Hag menekankan pentingnya aspek mental dan dukungan tim dalam membantu Rashford mencapai konsistensi. "Penting bagi kami untuk memberikan dukungan mental dan lingkungan yang positif untuk Rashford. Kami juga bekerja pada aspek taktik dan tekniknya agar dia bisa lebih percaya diri dan konsisten di lapangan," tambah Ten Hag.


5. Peningkatan dan Latihan Terus Menerus

Menurut Ten Hag, salah satu kunci untuk membantu Rashford adalah melalui peningkatan dan latihan terus-menerus. "Kami fokus pada latihan yang spesifik untuk meningkatkan kelemahannya dan memaksimalkan kekuatannya. Konsistensi adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi," kata Ten Hag.


Kesimpulan

Kesulitan Marcus Rashford dalam mempertahankan konsistensi adalah hasil dari kombinasi berbagai faktor, termasuk cedera, tekanan, perubahan posisi, aspek mental, dan dukungan tim. Namun, dengan manajer seperti Erik ten Hag yang memiliki pemahaman mendalam tentang permainan dan kemampuan untuk mengembangkan pemain muda, ada harapan besar bahwa Rashford akan menemukan jalan menuju konsistensi dan mencapai potensi penuhnya.


Dengan pendekatan yang tepat, dedikasi, dan dukungan yang memadai, Marcus Rashford memiliki semua alat yang dibutuhkan untuk menjadi salah satu pemain paling konsisten dan berpengaruh di sepak bola dunia.

Senin, 02 Februari 2026

MASA KE MASA CLUB BERBINTANG BARCELONA

    

CERITA BARCA BAGI PARA DE CULES PEMULA





Bahkan sebelum mengubah lanskap sepak bola dengan menciptakan Tiki-Taka, FC Barcelona telah dikenal sebagai sebuah klub fenomenal.

Selama sejarah panjangnya yang sukses, mereka telah memenangkan banyak gelar, mulai dari Lague Liga, Copa del Rey, Liga Champions hingga Piala Winners. 

Sebagai salah satu klub terkaya dan terpopuler di dunia, mereka mampu dimiliki dan dibiayai secara eksklusif oleh pendukung mereka sendiri,

para Socios yang tergabung dalam sebuah koperasi. Sejak awal, Barcelona telah menjadi simbol Katalunya, lengkap dengan budayanya, sebagaimana tercermin dalam motto mereka,

Mes Que un Club : Lebih dari sekedar klub. 


AWAL MULA





1898, seorang pria asal Swis datang ke Katalunya dalam rangka membantu bisnis pamannya. Negeri yang ia singgahi telah sangat lama memendam bara dendam terhadap Spanyol dalam rentang 

sejarah yang penuh dengan konfrontasi selama berabad-abad. Kawasan otonom yang terdiri dari Provinsi Barcelona, Girona, 

Lleida dan Tarragona itu tak pernah merasa menjadi bagian dari Spanyol, karena memiliki kultur yang jelas-jelas berlainan dengannya. 


Suatu ketika, dalam jalan-jalannya di negeri yang berbatasan langsung dengan Perancis itu, secara tak sengaja, ia yang bernama lengkap Hans-Mark Kamper berpapasan 

dengan sekelompok pemuda yang sedang asyik bermain bola di suatu kawasan bernama Sarria. Lantas, sebagai mantan punggawa Zurich dan Basel, naluri persepakbolaannya mengemuka seketika. 


Setahun kemudian pada 22 Oktober 1899, pria yang lebih dikenal sebagai Joan Gamper itu berbulat hati ingin membentuk klub sepak bola. 

Setelah sepuluh orang yang terdiri dari  Otto Kunzle (Swiss), Walter Wild, John and William Brothers (Inggris), Cares Pujol, Eric Ducal, Luis d’Osso, Pere Cabot, 


Klub baru itu memulai perjalanannya dengan cukup sukses; setelah kalah dari Bizcaya di final Copa del Rey perdana pada 1902, 

Barcelona bangkit dengan memenangkan delapan kali kompetisi, antara saat itu hingga 1928. Tahun berikutnya, mereka merebut gelar La Liga perdana,

sebelum kemudian memasuki masa kemunduran akibat konflik politik yang sedang berlangsung di negara tersebut, yang eskalasinya makin membesar hingga mengakibatkan pecahnya Perang

 

Masa Gamper di Barcelona berakhir dengan tiba-tiba, setelah ia dideportasi dari Spanyol karena alasan politik. Beberapa tahun kemudian, ia bunuh diri.

Kondisi keuangan yang hancur-hancuran diduga menjadi pemicu dirinya depresi hingga lebih memilih mati. 


Josep Sunyol lalu luncul selaku pengganti : direktur baru  bagi FC Barcelona. Namun tak kunjung lama, statusnya sebagai politisi sayap kiri penentang Franco,

membuat langkahnya terhenti. Ia dieksekusi mati pada 1936. Hal ini, beserta sederet tekanan yang diberikan Franco atas ambisi nasionalnya kepada Barca beserta orang-orang Katalunya, 

konon menjadi musabab bagi lahirnya motto legendaris itu, yang kemudian hari pada 1967, didengungkan secara lantang oleh salah satu mantan Presiden Klub mereka, Narcis Serra,

yang mengatakan bahwa : Barca sudah bukan sekedar klub sepakbola. Melainkan simbol Katalunya dengan budaya serta cita-cita kemerdekaannya. 


RIVALITAS DENGAN TIM IBUKOTA





Insiden teriakan dalam pertandingan melawan CE Jupiter pada 1925, yang dimaknai sebagai olok-olok atas Royal March / Marca Real, lagu kebangsaan Spanyol kala itu,

menjadi muasal sekaligus penguat atas sentimen anti-Barcelona. Dan lebih jauh lagi, sentimen terhadap Katalunya sebagai tempat asal mereka,

yang hingga kini tak merasa menjadi bagian dari Espaniola.  


Meski rezim beralih ke tangan Franco, yang kabar burungnya diam-diam menyukai Barcelona, ambisi politik untuk menggemgam Spanyol secara militeristik 

membuat ia mesti bersikap pragmatis dengan tak memberi ampun kepada klub yang dicap sebagai representasi dari separatisme itu.


Pada 1943, laga semifinal Copa del Generalisimo yang mempertemukan mereka dengan Real Madrid, klub kesayangan Sang Mantan Raja sekaligus klub Ibukota 

yang kini dicengkeram Franco dengan begitu eratnya, menjadi muasal bagi rivalitas sengit di antara keduanya. Sempat menang 3-0 di kandang,

El Barca dipaksa menyerah 11-1 pada leg kedua, pasca tantara Franco meneror mereka sebelum dimulainya laga.


Tak cukup hanya di sana, El Clasico itu berlanjut hingga ke luar lapangan, tiap kali keduanya bersaing sengit memperebutkan tanda tangan. Pada 1951,

pria Hongaria bernama Ladislao Kubala begitu mempesona bagi Madrid dan Barca. Kali ini, pemain yang kemudian hari meleganda itu, menjatuhkan hati pada Barcelona. 

Tak mau kalah, pada 1953, secara mengejutkan Madrid membajak tanda tangan pemain Argentina yang sempat menginjakkan kakinya di Katalunya : Alfredo Di Stefano. 

Dialah yang pada masa setelahnya, menjadi legenda karena menyumbang raihan Piala Eropa, yang kini lebih dikenal dengan sebutan Champions League, tanpa jeda,

selama 5 tahun beruntun bagi tim ibukota. 


Sambil tetap bergilir domonasi dalam beragam kejuaraan, perebutan pemain di antara keduanya terus berlangsung dari zaman ke zaman. Di antara nama-nama itu, 

Johan Cruyff adalah rekrutan paling ternama, selain karena nilai transfernya yang bombastis, kepindahannya ke Barca nampaknya juga menjadi perkara yang membekas di hati Don Santiago 

Bernabeu, The Big Boss Real Madrid, yang merasa dipecundangi oleh tingkahnya itu.  


Walau kehidupan di bawah Franco terasa cukup sulit dari sudut pandang politik, dua dekade pasca kematian Sunyol bisa dikatakan cukup berhasil bagi klub. 

Dalam kurun 1942 hingga 1957, Barcelona meraih lima gelar La Liga dan lima trofi Copa del Rey. Tak lama setelah kepindahan mereka ke Camp Nou yang baru dibangun,

pejabat klub membuka lembaran baru dengan menunjuk Helenio Herrera sebagai manajer. Di bawah Herrera – dan peraih Ballon d'Or, Luis SuΓ‘rez (bukan pesepakbola Uruguay yang suka gigit

itu) sebagai pemimpin di lapangan – Barcelona meraih dua La Liga berturut-turut serta satu Copa del Rey dalam tiga tahun kemudian.


Meskipun Barcelona mencatatkan sejarah sebagai tim pertama yang mengalahkan Real Madrid di Piala Eropa, dekade 60-an secara keseluruhan merupakan waktu yang mengecewakan 

bagi para fansnya. Dengan Di Stefano yang sedang berjaya, Real Madrid menjadi rival yang terlampau kuat hingga Barca mesti puas dengan hanya dua trofi Copa del Rey selama satu dekade. Lebih parahnya lagi, hal ini berlangsung terus menerus hingga tahun-tahun mendatang.


Pada 1973,  sebagaimana sempat disinggung, bintang asal Belanda bernama Johan Cruyff bergabung dengan klub dan menjadi sebab terkuat bagi raihan gelar La Liga pada1974, 

gelar La Liga pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah itu, perlu penantian yang cukup panjang bagi raihan gelar liga berikutnya, hingga Terry Venables menjabat manajer.

Meski kerap memperoleh hasil yang kurang berkenan di hati para fans, namun era ini bukanlah masa yang total suram bagi Barca.

Walau gelar Liga begitu sukar diperoleh, setidaknya, mereka meraih empat gelar Copa del Rey dan dua Piala Winners.


JOHAN CRUYFF SI BAPAK LA MASIA




Pada 1979, Cruyff yang telah cukup uzur itu datang dengan ide mendirikan akademi sepak bola yang kurang lebih akan mirip dengan Akademi Pemuda Ajax di Belanda. 

Proposal itu diterima, sebuah bangunan pedesaan tua bernama La Masia kemudian diubah menjadi markasnya. Tahun-tahun berikutnya pun menjadi sejarah,

La Masia menjadi terkenal ke seantero dunia karena berhasil menjadi rahim yang membuai para bintang muda, mulai dari Guardiola, Enrique, FΓ bregas, Iniesta, PiquΓ©, Busquets,

serta tentunya La Pulga, Lionel Messi.


1988 adalah tahun yang dikenang sebagai tahun kembalinya Johan Cruyff, Sang Legenda yang kini menjadi manajer Barca. Dalam sekejap, Cruyff membentuk tim impiannya.

Ia gabungkan pemain lokal seperti Pep Guardiola dan Txiki Begiristain dengan bintang kelas dunia seperti Michael Laudrup dan RomΓ‘rio Faria. 

Tak hanya itu, ia tanamkan pula filosofi baru bagi sepak bola, yang kini dikenal sebagai Tiki-Taka. Di bawah Cruyff, Barcelona merebut empat gelar La Liga, 

dua trofi Copa del Rey, satu Piala Winners serta satu trofi Piala Eropa pertama mereka.


Selain semua pencapaiannya selama di Barcelona, Cruyff juga menjadi pintu pembuka bagi apa yang kemudian dikenal sebagai ‘Koneksi Belanda’.

Selama kurun 90-an hingga awal 2000, Ronald Koeman, Frank De Boer, Edgard Davids, Patrick Kluivert, hingga Giovanni van Bronckhorst,

adalah nama-nama Belanda yang silih berganti menghias starting eleven Barca.  Tak hanya sampai situ, bahkan pasca kepergian Cruyff pada 1996,

Louis van Gaal mengambil alih posisi manajer dan melanjutkan serangkaian hasil positif dengan membawa Barca meraih dua gelar La Liga, dua Copa del Rey dan satu Piala Winners.

Semuanya terjadi sebelum pergantian abad.


LAPORTA 1.0 





Kepergian LuΓ­s Figo ke rival abadi mereka, Real Madrid, yang sedang gencar membangun proyek The Los Galacticos pada tahun 2000, terbukti menjadi pukulan berat bagi BarΓ§a dan ambisi

mereka. Terjadi banyak perubahan dalam personel klub, namun keadaan tetap tak membaik, hingga seorang Belanda lain datang sebagai pelatih pada tahun 2005. Ialah Frank Rijkaard,

mantan bintang Milan dan Ajax Amsterdam. 


Seperti halnya Cruyff dan Van Gaal, Rijkaard membentuk tim bertabur bintang dengan meracik kombinasi lokal dan internasional.

Ia ramu suatu perpaduan istimewa antara Giuly, Deco, Eto’o dan Ronaldinho dengan produk La Masia yang Catalan punya seperti Puyol, Xavi dan Iniesta. Di bawah tangannya,  

Barca asuhan Rijkaard meraih dua La Liga dan satu Liga Champions.


Pada 2008, Guardiola mengambil alih posisi manajer, setelah sebelumnya melatih Barcelona B. Sebagai Made In La Masia, Guardiola  paham betul pentingnya akademi dan kemungkinan

apa yang dimilikinya. Metode pelatihannya berfokus pada Tiki-Taka yang kini terkenal di seantero dunia, yakni gaya permainan yang menggabungkan kegemaran Cruyff

dalam umpan cepat disertai gerakan konstan guna mempertahankan penguasaan bola dengan segala cara. Selain itu, taktik ini lebih menekankan penandaan zona daripada sistem tradisional 

berbasis formasi. Tak lama kemudian, resep itu berbuah hasil. Barcelona meraup begitu banyak keuntungan darinya. Menghegemoni sepak bola dunia. 


Selama empat tahun memimpin, Guardiola mengubah Barcelona menjadi klub paling dominan. Taburan bintang La Masia dengan Lionel Messi selaku punggawa utama,

membawa Barca menerjang semua rival yang menghalangi jalannya menuju juara.  Benar saja, tiga gelar La Liga, dua gelar Copa del Rey dan dua gelar Liga Champions pada 2008 dan 2012

menjadi hasilnya. Bahkan setelah kepergian Guardiola, Barca tetap melaju dengan rumus sukses yang sama, meski tak secermerlang sebelumnya.  Di tahun-tahun itu, mereka mengklaim 

tambahan dua La Liga, satu Copa del Rey dan Liga Champions pada 2015.


DANA VS NILAI-NILAI KATALUNYA





Selama bertahun-tahun lamanya, seragam Barca telah kosong dengan sengaja dari logo sponsor manapun kecuali UNICEF, dalam suatu kesepakatan yang istimewa. Namun pada 2010, 

deal seharga €30 juta dengan Qatar Foundation, nampaknya merupakan tawaran yang tak dapat ditolak oleh Sandro Rossel yang baru terpilih sebagai Presiden Klub 

menggantikan Joan Laporta yang telah melalui masa gemilang sejak kedatangannya pada 2003. Dengan beragam alasan, keputusan kontroversial ini diambil. 

Selain fakta bahwa T-shirt mereka menjadi tak lagi "bersih", kesepakatan dilakukan dengan perusahaan yang berasal dari negeri yang dipimpin rezim diktator. 

Hal ini kemudian dipandang bertentangan dengan nilai-nilai yang dianut Barca selaku representasi Catalan dengan segenap kebudayaanya. 

Meski para Socio mengatakan ya,tak seluruh fans menerima itu dengan hati yang gembira


MESSI YANG PERGI, LAPORTA YANG KEMBALI





Pasca Raihan Liga Champions pada 2015, era sesudahnya bisa dikatakan biasa-biasa saja. Kehadiran Presiden baru bernama Joseph Maria Bartomeu, meski sempat digadang mampu membawa Barca melanjutkan tren kegemilangan,

ternyata tak mampu membawa kemajuan. Alih-alih mendatangkan perbaikan, Bartomeu justru membawa Barca pada era yang tak memuaskan. 


Selain Entrenador yang mudah datang dan pergi, era Bartomeu juga dikenang sebagai era pemborosan yang kemudian membawa Barca terjerat timbunan utang. 

Belanja pemain yang dilakukan tanpa perhitungan matang, membuat Barca terperangkap over-value atas datangnya pemain baru selama bursa transfer di tiap musim


Tak perlu lama bagi para Socio untuk mengambil tindakan bagi Bartomeu. Pemilihan Presiden baru pun digelar. Joan Laporta kembali, meraih kursi yang sempat ia tinggalkan 

pada satu dekade silam. 


Di tahun pertamanya, upaya perbaikan ia lakukan. Format lama berupa Koneksi Belanda kembali ia aktifkan. Ronald Koeman ditunjuk guna menjabat kursi pelatih. 

Namun sayang, belum genap setahun berselang, pandemi Korona datang menyerang. Klub yang retak pasca era Bartomeu itu menghadapi ujian terberatnya dari sisi keuangan. 

Ketentuan mengenai gaji pemain yang diatur sedemikian rupa oleh La Liga, tak bergayung sambut dengan aspirasi 

pemain untuk mendapat gaji yang sepadan dengan kiprahnya yang merajai belasan kejuaraan. 


Alhasil, yang tak terbayangkan pun terjadi. Lionel Messi, sang ikon klub Catalan itu pergi ke Paris Saint Germain (PSG) tanpa perpanjangan kontrak dari klub yang telah membesarkan 

namanya. Bersamaan dengan hengkangnya Sergio Ramos yang merupakan mantan ikon klub ibukota, kepergian Messi menjadi penanda atas dimulainya era baru bagi Barcelona. 

Sekaligus pula, era baru bagi sepak bola dunia.


Minggu, 01 Februari 2026

Sanksi buat Pogba Dikira Lebay Diving

 


Paul Pogba kena hukuman larangan bermain 4 tahun sehabis dinyatakan bersalah permasalahan doping. Sanksi tersebut dikira sangat kelewatan.


Penggawa Juventus itu disanksi sebab teruji memakai doping.


Pogba kandas dalam uji doping pada dini masa ini. La Pioche tidak lagi dimainkan Juventus semenjak dikala itu sampai kesimpulannya kena skorsing 4 tahun.


Sanksi yang didapat Paul Pogba membuat karier sepakbolanya terancam. Ia baru dapat kembali dari hukuman yang didapat pada 2027, pas satu tahun sehabis kontraknya di Juventus berakhir.


Pogba juga berupaya naik banding biar hukuman yang diterimanya ditinjau ulang. Proses banding gelandang 30 tahun itu menemukan sokongan rekan setimnya di Juventus serta Timnas Prancis, Adrien Rabiot.


Rabiot mengaku sering jadi sahabat curhat Pogba soal hukuman yang diterima. Baginya sanksi yang dijatuhkan buat kawannya itu sangat lebay alias kelewatan.


" Sangat disayangkan apa yang terjalin. Aku kerap berdialog dengannya. Ia sering tiba ke Turin, apalagi baru- baru ini," kata Rabiot, dikutip dari La Gazzeta dello Sport.


" Aku ketahui ia lagi menunggu buat membaca alibi sesungguhnya dari penangguhan tersebut saat sebelum mengajukan banding. Aku berharap sanksinya dapat dikurangi," ia meningkatkan.


" Dibanding dengan apa yang dikatakan Paul kepada aku, hukuman 4 tahun dalam suasana semacam ini bagi aku agak kelewatan. Aku berharap sanksi tersebut hendak ditinjau ulang," jelasnya.


MU Ingin Ambil Resiko Besar, Klopp juga Respek


Dalam pertandingan perempatfinal Piala FA, Pekan( 17/ 3/ 2024), MU menumbangkan Liverpool 4- 3. Laga itu berjalan hingga babak bonus.


MU unggul lebih dahulu berkat berhasil dari Scott McTominay. Liverpool membandingkan berkat berhasil dari Alexis Mac Alister. Menjelang babak awal berakhir, Liverpool berputar unggul dengan berhasil Mohamed Salah.


MU baru dapat membandingkan peran via berhasil Antony pada menit ke- 87. Laga wajib lanjut ke babak bonus.


Liverpool kembali unggul lagi pada menit 105. Harvey Eliot pencetak golnya. MU kembali bawa peran balance dengan berhasil dari Marcus Rashford pada menit ke- 112.


MU mengunci kemenangan dengan berhasil Amad Diallo. Dengan skema serbuan balik, MU mencetak berhasil kemenangan.


Klopp salut dengan keputusan Erik ten Hag memasukan pemain lebih melanda. Amad Diallo yang diberi peluang mengambil alih Raphael Varane.


United mengambil resiko besar, aku sangat menghormati itu," kata Klopp di ITV.


" Membuat keputusan tidak pula membuat suasana lebih baik bersamaan berjalannya laga. Selamat pada United telah lolos ke semifinal," kata Klopp meningkatkan.


Villarreal di Stadion Olimpiade LluΓ­s Companys

  Ia mengumumkan keputusan ini pasca kekalahan menyakitkan melawan Villarreal di Stadion Olimpiade LluΓ­s Companys,  Keputusan ini cukup meng...