Dalam putusan itu Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp20 juta karena terjadi pelemparan kemasan air mineral yang dilakukan oleh penonton di tribun selatan dan denda Rp50 juta karena beberapa penonton memasuki area lapangan saat pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri itu.
Selain kepada klub, sanksi juga diberikan kepada ofisial tim yakni Mochamad Syahid Nur Ichsan, karena dinilai melakukan protes berlebihan dan mendorong perangkat pertandingan. Manajer Persik Kediri tersebut mendapat sanksi skors larangan berpartisipasi dalam empat pertandingan serta denda Rp50 juta, sehingga Persik Kediri mendapatkan sanksi Komisi Disiplin PSSI keseluruhan Rp120 juta.
Tak hanya Persik, kubu PSM Makassar juga mendapatkan sanksi. Salah satu pemain tim berjuluk Juku Eja itu yakni M Ardiansyah dihukum larangan bermain sebanyak dua kali dan denda sebesar Rp75 juta karena melakukan lemparan balasan ke arah penonton sehingga membuat penonton menjadi terprovokasi.
Direktur Persik Kediri Souraiya Farina menyatakan, telah menerima SK tersebut dan mengambil sejumlah langkah.
"Manajemen juga sangat memahami bahwa panitia pelaksana telah berusaha semaksimal mungkin memastikan pertandingan dapat berjalan sampai selesai," ujarnya,
Namun, pihaknya berharap adanya pemahaman dan peningkatan kinerja positif dari perangkat pertandingan sehingga kedua tim yang bertanding dan panitia pelaksana dapat menjalani pertandingan dengan seharusnya.
Pihaknya akan evaluasi bersama terkait dengan pertandingan. Evaluasi juga langsung dilakukan setelah pertandingan antara Persik melawan PSM
Jalannya Pertandingan Diwarnai Kontroversi
Laga Persik Kediri vs PSM Makassar di Stadion Brawijaya, Kediri itu berakhir imbang 1-1. Laga sempat terhenti hampir dua jam. Kontroversi tersebut terjadi di lima menit terakhir laga, saat Yuran Fernandez membobol gawang Persik. Awalnya wasit tidak menyatakan terjadi gol dan laga tetap berjalan.
Namun selang sesaat kemudian wasit menyatakan bola sudah melewati garis gawang.
Setelah gol tersebut, suasana pertandingan sempat memanas. Yuran yang merayakan gol sempat mendapat lemparan dari penonton di tribun sebelah selatan.
Tidak hanya itu, salah satu penonton sempat melompati pagar pembatas dan masuk lapangan, yang untungnya langsung diamankan steward. Dari sisi sebelah selatan, sejumlah penonton juga sempat berusaha masuk lapangan namun berhasil digagalkan.
Di lapangan ketegangan juga terjadi, baik yang melibatkan kubu Persik dengan ofisial pertandingan, maupun PSM Makassar. Ketegangan tak berlangsung lama, sebelum akhirnya para pemain PSM masuk ruang ganti. Begitu juga dengan para wasit. Laga pun sementara terhenti.
Laga akhirnya berlanjut setelah sempat terhenti selama hampir dua jam, dan berakhir dramatis setelah Kelly Sroyer mencetak gol untuk membawa Persik Kediri menyamakan kedudukan.
Dalam dua laga kandang pada putaran pertama BRI Liga 1 musim ini, Persik Kediri juga telah dua kali dijatuhi hukuman dan denda. Total kocek yang sudah disetorkan sebanyak Rp50 juta.
Pada laga Persik kontra Arema FC yang berakhir dengan skor 5-2 di Kediri pada 15 Juli 2023, terjadi perkelahian dan penganiayaan terhadap salah atu penonton yang ditengarai sebagai Aremania.
Insiden itu bermula dari diketahuinya keberadaan Aremania oleh suporter tim tuan rumah. Meski mereka sebenarnya datang tanpa menggunakan atribut, insiden itu membuat Persik Kediri dijatuhi hukuman penutupan sebagian tribun tempat terjadinya perkara. Komdis PSSI juga memberikan denda sebesar Rp25 juta.
Saat menjamu Persib pada 28 Juli 2023, Komdis PSSI menyebut panpel Persik telah gagal mengantisipasi masuknya suporter Persib dalam laga di Stadion Brawijaya Kediri. Imbasnya, Komdis PSSI menjerat panpel pertandingan Persik dengan denda senilai Rp25 juta.
Sebagai bentuk kecintaan dan loyalitas kepada klub, Aliansi Suporter Persik sempat menggalang donasi untuk membayar denda.
Patut dinantikan, apakah organisasi yang menaungi Persikmania itu bakal melakukan aksi simpatik lagi untuk membantu manajemen tim melunasi denda sebanyak Rp120 juta itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar