AWITOTO AWITOTO RAJABANDOT RAJABANDOT

Selasa, 23 Juli 2024

Mafia Bola Yang Merusak Citra Sepak Bola Dunia

 


3 tahun setelah itu, 3 tersangka mafia sepak bola ditangkap oleh petugas kepolisian. Mereka ialah Johar Lin Eng, dan 2 orang bernama samaran P dan A. Kala itu, Lin Eng ialah Pimpinan Umum PSSI Provinsi Jawa Tengah.


berikan ketahui, untuk Satgas Pemberantasan Mafia Bola, Eng diprediksi turut dan dalam aplikasi penetapan skor pertandingan sepakbola nasional Liga 3 2018. Dugaan itu bersumber pada pernyataan mantan Pimpinan Aspov PSSI Banjarnegara Budhi Sarwono.


Tidak cuma itu, kasus mafia bola pula pernah menimpa mantan Plt Pimpinan Umum PSSI, Joko Driyono. Ia divonis satu tahun 6 bulan dalam kasus peluluhlantahkan barang kenyataan dugaan pengaturan skor.


Korea Selatan


Kasus peluluhlantahkan barang kenyataan dugaan pengaturan skor yang mengaitkan Joko Driyono berawal kala dia jadi aktor intelektual di balik pengambilan sebagian dokumen dan peluluhlantahkan Kamera pengaman di Kantor PT Liga.


Kasus pengaturan skor sepakbola tidak hanya terjalin di Indonesia. Peristiwa itu pula pernah terjalin di berbagai negara semacam Korea Selatan dan Italia, berikut ialah daftarnya semacam dikutip dari website bleacher report. Ia penjara 10 bulan karena memanipulasi hasil pertandingan di 2 laga tahun 2010.


Italia


Atas Mengenai itu, Juventus diturunkan ke Serie B dan kehilangan gelar liga Seria A di tahun 2005 dan 2006.


Tidak cuma itu, mantan direktur Juventus Luciano Moggi dihukum 5 tahun penjara. Kebalikannya pemilik Fiorentina Andrea Della Valle dan Diego Della Valle menciptakan hukuman penjara 15 bulan dan denda tiap- masing- masing 25. 000 euro. Kebalikannya eksekutif AC Milan Leonardo Meani dihukum satu tahun.


Mantan Kiper Liverpool


Pesan kabar The Sun menuduh Grobbelaar mengambil 40. 000 euro buat kebobolan sukses melawan Newcastle United.


Atas tuduhan itu, Grobbelaar pula berjuang keras membersihkan namanya dan akhirnya ia ditemui tidak bersalah atas kasus itu.


Prancis


Di dunia sepakbola Prancis, klub Marseille pula pernah dinyatakan bersalah dalam kasus pengaturan skor di dini tahun 1990- an. Dalam rekam jejaknya, Marseille pernah memenangkan 4 gelar liga antara tahun 1989 dan 1992 di bawah kepemimpinan Bernard Tapie serta satu trofi Liga Champions UEFA.


Tim Marseille pula runtuh di tahun 1993 disaat diketahui bila Tapie turut dan dalam kasus pengaturan pertandingan skor. Atas Mengenai itu, gelar liga yang diperoleh Marseille pula dicabut dan mereka dilarang bertanding di Liga Champions.


Bernard Tapie dihukum penjara 2 tahun, kebalikannya Marseille menderita kasus keuangan dan diturunkan ke Ligue 2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Keahlian Messi Dalam Menggocek Bola

     Suatu momen, yang pula viral, memperlihatkan Lionel Messi mengenakan siasat buat memperoleh keuntungan dalam proses menjebol gawang law...